Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan | #AskBNI
Peribahasa malu bertanya sesat dijalan, barangkali diciptakan karena menandakan
adanya gambaran umum pada masyarakat kita bahwa masih banyak yang menyimpan
sikap malu bertanya. Malu bertanya sesat dijalan, sudah pasti punya makna yang
luas. Kini lahir sebuah gerakan baru : Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan.
Aku tercengang ! Ternyata menumbuhkan kesadaran untuk mau bertanya itu tidak gampang. Kalau mau sedikit saja memperhatikan, disekeliling kita ada banyak kejadian sehari-hari yang memperlihatkan orang malas atau malu untuk bertanya, walaupun sebenarnya dia sedang tidak tahu. Kenapa ya ini bisa terjadi? bisakah ini dirubah? Pengalaman ku di SMA membuktikan sesuatu…
Bagai di sihir, kami hanya mampu hening, tidak mampu untuk bertanya. Guru memancing siswa untuk bertanya, namun pertanyaan siswa tak kunjung muncul.
Kalau boleh jujur, sesungguhnya masih banyak bagian pelajaran yang belum kami ketahui. Ini terbukti saat beliau iseng bertanya tentang topik pelajaran, masih banyak kok dianatara kami yang tidak bisa menjawab. Aneh sekali ya? Seharusnya jika tidak tahu, nanyak… Tetapi, justru itu sulit dilakuakan.
Akhirnya, guru sosiologi ku menerapkan strategi baru. Siswa mendapat nilai jika ada pertanyaan. Dengan kata lain, strategi ini memunculkan resiko baru dikalangan Civitas Academica kelas kami. Resikonya jika tidak bertanya adalah...
Sedikit terseok-seok, lambat-laun karena ancaman nilai buruk didepan mata, akhirnya satu persatu masyarakat pelajar mulai bersuara. Kami mulai berlatih dan mau bertanya walaupun pertanyaan nya masih banyak yang kacau balau.
Kulihat, sesekali guru ku sampai tersenyum mendengar pertanyaan-pertanyaan kami. "Tak mengapa... ini proses" barangkali itulah kata hatinya. Namun, Kali ini wajahnya tampak senang jika dibandingkan ketika beliau mengajar "patung" tempo hari.
Rupanya, lama-kelamaan kegiatan ini jadi mengasyikkan. Hasil positifnya aku rasakan sendiri. Aku mulai memahami materi pelajaran jauh lebih dalam karena aku mulai suka bertanya.
Ternyata bertanya itu membuat pemahaman berkembang. Aku mulai memahami, setidaknya untuk bertanya aku harus mengetahui apa yang ingin kutanyakan, dengan kata lain aku harus tahu permasalahan nya terlebih dahulu.
Bertanya rupanya juga ada tantangan nya, perlahan tetapi pasti kami belajar bagaimana menstruktur pertanyaan.
Gara-gara pemahaman yang lebih dalam. Persoalan tes-tes di ujung pelajaran juga ku lalui dengan mudah. Luar biasa ! Guru Sosiologi telah menunjuukan pada ku manfaat besar jika mau bertanya. Maka, jangan malu!
Kini, sudah selayak nya aku ucapkan banyak terimaksih pada beliau, karena beliau telah melatih kami untuk bertanya. Sebuah pelajaran yang bermakna universal akhirnya ku pahami; Mau bertanya nggak sesat di jalan.
Sebagai anak muda yang hidup di zaman sekarang, aku merasa sangat terbantu dengan hadirnya internet. Aku sering menggunakan internet untuk berbagai keperluan, termasuk riset kecil-kecilan sebelum melakukan aktifitas, atau mengambil keputusan.
Bagi ku, internet telah menciptakan ke-efisien-an pada banyak kegiatan sehari-hari. Seperti beberapa waktu yang lalu saat aku ingin membuat surat keterangan domisili di RT/RW tempat tinggal baru ku.
Dari bertanya di internet aku menemukan jalan pintas. Ku temukan informasi apa saja syarat-syarat dokumen yang dibutuhkan untuk membuat surat keterang domisili yang harus dibawa ketika datang kerumah pak RT/RW.
Jadi aku tidak perlu lagi melakukan prosedur : datang kerumah pak RT –> tanya apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan-> pulang kerumah –> menyiapkan dokumen –> bawa kerumah pak RT lagi.
Tidak, Aku tidak perlu melakukan itu lagi.
Kini, yang dibutuhkan hanya mengakses internet, cari tahu apa syaratnya, datang kerumah pak RT dan siap. Ringkas ! Efektif, Efesien. Tidak banyak membuang waktu dan energi.
Sekarang kita berada di zaman seperti itu, sebuah era dimana solusi digital tersedia didekat kita. tinggal diakses saja.
Ada yang seru nih dari Bank BNI. Jika Anda penasaran ingin merasakan bertanya model baru hanya bermodalkan twitter, #AskBNI patut Anda coba.
Pasalnya teknologi ini didesain buat membantu Anda yang butuh solusi instant seketika itu juga tampa ribet-ribet.
Ini adalah fitur kekiniaan yang dihadirkan Bank BNI buat generasi sekarang yang umumnya adalah pengguna twitter.
Pengalaman Mencari Posisi
Aku pernah menjajal fitur #AskBNI ini ketika bingung mencari layanan Weekend Banking BNI di Jabodetabek.
Ada dimana ya, layanan weekend bangking BNI di Jabodetabek?
Aku gunakan #askBNI, hasilnya ternyata cepat, dan ini sangat praktis. Tidak percaya? Boleh disaksikan sendiri melalui video yang ku buat di bawah ini. Bagaimana hanya dengan twitter pertanyaan ku terjawab. (melaui percobaan ku, video ini lebih optimal jika dibuka melalui browser chrome)
Jika saat ini Anda sedang semangat-semangatnya traveling, hastag #Promo di #askBNI bisa Anda manfaatkan buat nambah-nambah tempat referensi berburu promo.
Selain ada promo #travel disini juga ada promo #hotel, #resto dll. Berburu info promo sebelum berangkat ngetrip juga bagian dari traveling, kan? Untuk melihat macem-macem promo yang ada, Anda bisa kirim DM dengan hastag #helppromo ke akun twitter @BNI46.
Sebagai orang yang suka jalan-jalan, tiket murah sangat berharga bagi ku (mungkin juga bagi kebanyakan traveler) harapan nya pada layanan #promo #travel di #askBNI, kerjasama dengan berbagai maskapai dan rute penerbangan dapat di perbanyak sehingga #promo #travel lebih banyak memberikan pilihan. Selain itu, harapan nya sih, promo travel tidak sebatas tiket pesawat saja. Alangkah lebih baik jika ada promo kereta api juga. Karena sekarangkan hobi traveling orang Indonesia mulai tinggi dan destinasi lokal juga makin menarik.
Eniwei..., silahkan teman-teman coba sendiri bermacam-macam fitur yang ada di #AskBNI nya. Namun jangan lupa, yang terpenting adalah menumbuhkan kemampuan bertanya kita. Jangan lagi malu bertanya. Malu bertanya sesat di jalan, Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan
Aku tercengang ! Ternyata menumbuhkan kesadaran untuk mau bertanya itu tidak gampang. Kalau mau sedikit saja memperhatikan, disekeliling kita ada banyak kejadian sehari-hari yang memperlihatkan orang malas atau malu untuk bertanya, walaupun sebenarnya dia sedang tidak tahu. Kenapa ya ini bisa terjadi? bisakah ini dirubah? Pengalaman ku di SMA membuktikan sesuatu…
Guru Sosiologi yang Melatih Bertanya
Saat di SMA, guru pelajaran Sosiologi ku pernah kesal. Di depan kelas, dahinya terlipat. Beliau tampak bingung melihat keadaan murid-muridnya. Pasalnya setiap beliau mengumandangkan kata-kata : “Apa ada pertanyaan?” tidak ada satupun dari kami yang mengangkat tangan.Bagai di sihir, kami hanya mampu hening, tidak mampu untuk bertanya. Guru memancing siswa untuk bertanya, namun pertanyaan siswa tak kunjung muncul.
Kalau boleh jujur, sesungguhnya masih banyak bagian pelajaran yang belum kami ketahui. Ini terbukti saat beliau iseng bertanya tentang topik pelajaran, masih banyak kok dianatara kami yang tidak bisa menjawab. Aneh sekali ya? Seharusnya jika tidak tahu, nanyak… Tetapi, justru itu sulit dilakuakan.
Akhirnya, guru sosiologi ku menerapkan strategi baru. Siswa mendapat nilai jika ada pertanyaan. Dengan kata lain, strategi ini memunculkan resiko baru dikalangan Civitas Academica kelas kami. Resikonya jika tidak bertanya adalah...
Ucapkan wasalam pada nilai diatas 5!!
Sedikit terseok-seok, lambat-laun karena ancaman nilai buruk didepan mata, akhirnya satu persatu masyarakat pelajar mulai bersuara. Kami mulai berlatih dan mau bertanya walaupun pertanyaan nya masih banyak yang kacau balau.
Kulihat, sesekali guru ku sampai tersenyum mendengar pertanyaan-pertanyaan kami. "Tak mengapa... ini proses" barangkali itulah kata hatinya. Namun, Kali ini wajahnya tampak senang jika dibandingkan ketika beliau mengajar "patung" tempo hari.
Rupanya, lama-kelamaan kegiatan ini jadi mengasyikkan. Hasil positifnya aku rasakan sendiri. Aku mulai memahami materi pelajaran jauh lebih dalam karena aku mulai suka bertanya.
Ternyata bertanya itu membuat pemahaman berkembang. Aku mulai memahami, setidaknya untuk bertanya aku harus mengetahui apa yang ingin kutanyakan, dengan kata lain aku harus tahu permasalahan nya terlebih dahulu.
Bertanya rupanya juga ada tantangan nya, perlahan tetapi pasti kami belajar bagaimana menstruktur pertanyaan.
Gara-gara pemahaman yang lebih dalam. Persoalan tes-tes di ujung pelajaran juga ku lalui dengan mudah. Luar biasa ! Guru Sosiologi telah menunjuukan pada ku manfaat besar jika mau bertanya. Maka, jangan malu!
Kini, sudah selayak nya aku ucapkan banyak terimaksih pada beliau, karena beliau telah melatih kami untuk bertanya. Sebuah pelajaran yang bermakna universal akhirnya ku pahami; Mau bertanya nggak sesat di jalan.
Bertanya Model baru
Kedekatan generasi sekarang pada Internet, memunculkan kebiasaan baru dalam bertanya. Sekarang, banyak hal bisa ditanyakan melalui internet.Sebagai anak muda yang hidup di zaman sekarang, aku merasa sangat terbantu dengan hadirnya internet. Aku sering menggunakan internet untuk berbagai keperluan, termasuk riset kecil-kecilan sebelum melakukan aktifitas, atau mengambil keputusan.
Bagi ku, internet telah menciptakan ke-efisien-an pada banyak kegiatan sehari-hari. Seperti beberapa waktu yang lalu saat aku ingin membuat surat keterangan domisili di RT/RW tempat tinggal baru ku.
Dari bertanya di internet aku menemukan jalan pintas. Ku temukan informasi apa saja syarat-syarat dokumen yang dibutuhkan untuk membuat surat keterang domisili yang harus dibawa ketika datang kerumah pak RT/RW.
Jadi aku tidak perlu lagi melakukan prosedur : datang kerumah pak RT –> tanya apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan-> pulang kerumah –> menyiapkan dokumen –> bawa kerumah pak RT lagi.
Tidak, Aku tidak perlu melakukan itu lagi.
Kini, yang dibutuhkan hanya mengakses internet, cari tahu apa syaratnya, datang kerumah pak RT dan siap. Ringkas ! Efektif, Efesien. Tidak banyak membuang waktu dan energi.
Sekarang kita berada di zaman seperti itu, sebuah era dimana solusi digital tersedia didekat kita. tinggal diakses saja.
***
Munculnya Teknologi Keren #AskBNI di Twitter
Pasalnya teknologi ini didesain buat membantu Anda yang butuh solusi instant seketika itu juga tampa ribet-ribet.
Ini adalah fitur kekiniaan yang dihadirkan Bank BNI buat generasi sekarang yang umumnya adalah pengguna twitter.
Pengalaman Mencari Posisi
Weekend Banking BNI via Twitter
Aku pernah menjajal fitur #AskBNI ini ketika bingung mencari layanan Weekend Banking BNI di Jabodetabek.
Ada dimana ya, layanan weekend bangking BNI di Jabodetabek?
Aku gunakan #askBNI, hasilnya ternyata cepat, dan ini sangat praktis. Tidak percaya? Boleh disaksikan sendiri melalui video yang ku buat di bawah ini. Bagaimana hanya dengan twitter pertanyaan ku terjawab. (melaui percobaan ku, video ini lebih optimal jika dibuka melalui browser chrome)
#AskBNI Buat Traveler | Ada Hastag Promo Macem2
Selain ada promo #travel disini juga ada promo #hotel, #resto dll. Berburu info promo sebelum berangkat ngetrip juga bagian dari traveling, kan? Untuk melihat macem-macem promo yang ada, Anda bisa kirim DM dengan hastag #helppromo ke akun twitter @BNI46.
Sedikit Saran Untuk Pengembangan #AskBNI Pada Fitur #Promo #Travel
Sebagai orang yang suka jalan-jalan, tiket murah sangat berharga bagi ku (mungkin juga bagi kebanyakan traveler) harapan nya pada layanan #promo #travel di #askBNI, kerjasama dengan berbagai maskapai dan rute penerbangan dapat di perbanyak sehingga #promo #travel lebih banyak memberikan pilihan. Selain itu, harapan nya sih, promo travel tidak sebatas tiket pesawat saja. Alangkah lebih baik jika ada promo kereta api juga. Karena sekarangkan hobi traveling orang Indonesia mulai tinggi dan destinasi lokal juga makin menarik.Eniwei..., silahkan teman-teman coba sendiri bermacam-macam fitur yang ada di #AskBNI nya. Namun jangan lupa, yang terpenting adalah menumbuhkan kemampuan bertanya kita. Jangan lagi malu bertanya. Malu bertanya sesat di jalan, Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan
LiveJournal Tags: mau bertanya ngak sesat di jalan #askBNI
Pengalaman Menyelesaikan Sengketa Konsumen di BPSK Jakarta
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan sedikit masalah dengan Toko Buku Gramedia. Dan sekarang masalah ini sudah kami (saya dan pihak Gramedia) anggap selesai dengan baik. Teriring terimakasih saya sampaikan pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta yang telah membantu me-mediasi masalah ini. Dan terimakasih pula buat Gramedia yang telah cooperative menyelesaikan kasus ini.
Pada tanggal 25 Desember 2014 saya membeli buku Standar Akuntansi Terbitan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) se-harga Rp.730.000,- di Gramedia Cabang Daan Mogot. Karena membeli buku diatas 500 ribu, maka sayapun mendapatkan kartu member. Buku ini adalah buku pesanan rekan saya di Banda Aceh.
Ternyata buku yang saya beli ini adalah edisi lama, teman saya mengingginkan edisi terbaru. Kemudian, pada tanggal 22 Januari 2015 saya datang lagi ke Gramedia Daan Mogot untuk bertanya apakah buku yang saya beli ini bisa di tukar dengan buku edisi terbaru? Saat itu saya dilayani oleh salah seorang karyawan disana kondisi buku saat itu masih seperti saat saya beli, plastik belum dibuka.
Saya katakan ke beliau, Jikapun buku edisi terbaru harga nya lebih tinggi dari buku yang saya beli sebelumnya (katakanlah satu juta rupiah), Saya bersedia menambah kekurangan nya.
Ini adalah proses pertama, saya tanyakan dulu apakah buku bisa di tukar atau tidak? Karyawan tadi mengatakan bisa, namun buku Standar Akuntansi edisi baru yang saya inginkan ternyata sedang tidak ada stock nya di Gramedia Daan Mogot.
Tapi tenang saja, kata karyawan itu bukunya bisa di pesan dengan menuliskan buku pesanan itu di buku register pesanan milik Gramedia, jika bukunya sudah ada, customer akan dihubungi via telephone.
Kemudian sang karyawan toko itu meletakkan buku saya di bawah mesin kasir. Beliau meminta struk pembelian saya untuk ditempelkan di buku itu sebagai tanda bahwa itu buku titipan.
Saat saya minta bukti penitipan buku ini, sang karyawan menjawab tidak ada buktinya, prosedurnya memang seperti itu (menempelkan struk pembelian ke buku menandakan buku itu adalah buku titipan konsumen).
oh, yasudah. Saya beranggapan prosedur yang seperti itu merupakan bagian dari sistem yang baku di Gramedia.
Tetapi, sebelum pulang saya tanyakan lagi, ini beneran gak ada bukti penitipan nya? Lagi-lagi beliau menjawab prosedurnya sudah begitu. Maka, buat pegangan saya sendiri, saya catat siapa nama beliau dan tanggal penitipan nya.
Di kedatangan kali ini saya tidak menyakan buku titipan lama saya masih ada atau tidak.
Seiap saya datang ke Gramedia, saya tidak kesulitan mencari data buku pesanan saya yang telah di masukkan ke buku register mereka karena sebelumnya saya sudah catat nama mas-mas yang saya titipin buku dan tanggal penitipan disana.
Namun, ternyata buku pesanan saya belum ada.
Tanggal 27 April 2015 saya chat dengan admin Fanspage Gramedia Store di Facebook (https://www.facebook.com/gramediabookstore). Saya Tanyankan pada admin akun itu sudah empat bulan berlalu, buku pesanan saya belum ada kabar?
Sang admin memberi saya nomor telp cabang Daan Mogot dan menyarankan agar tidak bolak balik lebih baik di telpon Gramedia Daan Mogot nya langsung saja.
Kemudian, sembari memebli buku, di kedatangan berikutnya ke Gramedia Daan Mogot (saya lupa tanggal berapa) saya iseng nanya : “buku saya yang di titip disini masih ada kan?”
Menngejutkan, ternyata buku saya sudah tidak ada lagi di bawah mesin kasir.
Mereka bingung dimana buku itu berada. Dan yang membuat was-was, ketika ditanyakan ke mas-mas yang menangani penitipan saya tempo hari, beliau mengaku tidak tahu(?) / tidak ingat lagi (?)
Manajement Gramedia Daan Mogot meminta bukti penitipan kesaya, sedang saat penitipan Mas-mas yang menangani penitipan saya tidak memberi bukti penitipan apapun ke saya.
Struk pembelian yang di tempel di buku yang saya kira bagian dari standar penitipan Gramedia ternyata bukanlah standar penitipan barang. Jadi, akhirnya jika tidak ada bukti itu manajemen tidak bisa mengembalikan apa-apa kesaya.
Semenjak saat itu, saya bersama Mas Arbel (Spv disana) terus mencari titik terang untuk masalah ini, Mas Arbel menceritakan prosedur kesaya sebenarnya prosedur penitipan barang tidak seperti itu, pelanggan seharusnya mendapatkan bukti penitipan.
Karena, buku saya sudah lama berada disana, kemungkinan pada saat pemeriksaan stock opname, petugas disana menganggap buku saya adalah stock dan buku saya ikut terkena penyesuaian pada stock opname.
Tetapi karena saya tidak punya bukti penitipan, Mas Arbel kesulitan membantu saya dan tidak bisa berbuat banyak. Namun Mas Arbel tetap membantu sebisa nya, menelusuri data-data pembelian saya di dokumen2 tahun lalu, menelpon IT pusat untuk mentracking data pembelian saya, dan banyak lagi bantuan-bantuan lainnya. Namun kami belum menemukan titik terang.
Karena, tak kunjung menemukan titik terang, Sebagai bentuk emapati, manajement disana bersedia memberi ganti rugi kesaya uang sebesar Rp.200.000,- Tetapi saya tidak terima, karena nilai buku yang saya beli senilai 730 ribu dan hanya kembali 200.000,- saya keberatan.
Singkat kata, saya datang ke kantor BPSK jakarta dan meregistrasi pengaduan saya, disana saya di suruh mengisi form dan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
setelah semuanya beres, saya tinggal menunggu sidang.
Sebagai, permohonan maaf dan rasa terimaksih, Gramedia memeberikan Buku Standar Akuntansi edisi terbaru (pesanan saya dahulu) seharga Satu juta Rupiah. Saya tidak perlu menambah kekurangan uang 270.000,- untuk buku edisi terbaru itu.
selain itu, saya juga mendapat bingkisan kenang-kenangan dan voucher belanja buku di Gramedia senilai 300.000,- wah, ini rejeki…
kisah ini diakhiri, dengan surat pernyataan bersama bahwa, baik saya maupun Gramedia telah sama-sama sepakat bahwa masalah ini selesai.
Di ruang kerja Pimpinan Gramedia Daan Mogot
Buku SAK edisi terbaru dan kenang-kenangan
Dari Gramedia.
AlhamduLILLAH, Terimakasih BPSK Jakarta, dan terimakasih Gramedia….
Informasi:
No Telpon Badan Perlindungan Konsumen Nasional
Saya menggubungi call center Badan Perlindungan Konsumen Nasional di nomor 153 (jangan lupa pakai 021 jika menghubungi lewat Hand phone). Saya adukan masalah saya disana. Ternyata untuk kasus seperti saya itu harus diselesaikan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang kini sudah banyak tersebar di tiap daerah. Cs disana memberi alamat yang terdekat dengan saya. oiya, jika anda bingung ada dimana alamat BPSK di daerah Anda, melalui call center ini, anda dapat menanyakan alamat dan no telpon BPSK terdekat.
Alamat Baru BPSK Jakarta.
Dulunya, alamat lama BPSK Jakarta ada di Jl.Raya Kalimalang Jakarta Timur, Namun Sekarang sudah pindah ke Jl. Perintis Kemerdekaan/BGR 1 No.3 Jakarta Utara telp/fax : 021-45848008 email : wasdalpk.diskumdagdki@gmail.com
Kantor BPSK Jakarta
Kalau anda naik busway, Anda bisa naik busway jurusan Pulo Gadung dan turun di Halte Asmi, Kantor BPSK Jakarta ada di sebelah kantor Balai Meteorologi DKI tidak jauh dari Halte Asmi.
Pada tanggal 25 Desember 2014 saya membeli buku Standar Akuntansi Terbitan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) se-harga Rp.730.000,- di Gramedia Cabang Daan Mogot. Karena membeli buku diatas 500 ribu, maka sayapun mendapatkan kartu member. Buku ini adalah buku pesanan rekan saya di Banda Aceh.
Ternyata buku yang saya beli ini adalah edisi lama, teman saya mengingginkan edisi terbaru. Kemudian, pada tanggal 22 Januari 2015 saya datang lagi ke Gramedia Daan Mogot untuk bertanya apakah buku yang saya beli ini bisa di tukar dengan buku edisi terbaru? Saat itu saya dilayani oleh salah seorang karyawan disana kondisi buku saat itu masih seperti saat saya beli, plastik belum dibuka.
Saya katakan ke beliau, Jikapun buku edisi terbaru harga nya lebih tinggi dari buku yang saya beli sebelumnya (katakanlah satu juta rupiah), Saya bersedia menambah kekurangan nya.
Ini adalah proses pertama, saya tanyakan dulu apakah buku bisa di tukar atau tidak? Karyawan tadi mengatakan bisa, namun buku Standar Akuntansi edisi baru yang saya inginkan ternyata sedang tidak ada stock nya di Gramedia Daan Mogot.
Tapi tenang saja, kata karyawan itu bukunya bisa di pesan dengan menuliskan buku pesanan itu di buku register pesanan milik Gramedia, jika bukunya sudah ada, customer akan dihubungi via telephone.
Kemudian sang karyawan toko itu meletakkan buku saya di bawah mesin kasir. Beliau meminta struk pembelian saya untuk ditempelkan di buku itu sebagai tanda bahwa itu buku titipan.
Saat saya minta bukti penitipan buku ini, sang karyawan menjawab tidak ada buktinya, prosedurnya memang seperti itu (menempelkan struk pembelian ke buku menandakan buku itu adalah buku titipan konsumen).
oh, yasudah. Saya beranggapan prosedur yang seperti itu merupakan bagian dari sistem yang baku di Gramedia.
Tetapi, sebelum pulang saya tanyakan lagi, ini beneran gak ada bukti penitipan nya? Lagi-lagi beliau menjawab prosedurnya sudah begitu. Maka, buat pegangan saya sendiri, saya catat siapa nama beliau dan tanggal penitipan nya.
***
Bulan Februari dan Maret 2015 saya mendatangi Gramedia Daan Mogot lagi, sembari menanyakan apakah buku pesanan saya sudah ada atau belum, karena sudah dua bulan belum ada kabar melalui telephone.Di kedatangan kali ini saya tidak menyakan buku titipan lama saya masih ada atau tidak.
Seiap saya datang ke Gramedia, saya tidak kesulitan mencari data buku pesanan saya yang telah di masukkan ke buku register mereka karena sebelumnya saya sudah catat nama mas-mas yang saya titipin buku dan tanggal penitipan disana.
Namun, ternyata buku pesanan saya belum ada.
Tanggal 27 April 2015 saya chat dengan admin Fanspage Gramedia Store di Facebook (https://www.facebook.com/gramediabookstore). Saya Tanyankan pada admin akun itu sudah empat bulan berlalu, buku pesanan saya belum ada kabar?
Sang admin memberi saya nomor telp cabang Daan Mogot dan menyarankan agar tidak bolak balik lebih baik di telpon Gramedia Daan Mogot nya langsung saja.
***
Menngejutkan, ternyata buku saya sudah tidak ada lagi di bawah mesin kasir.
Mereka bingung dimana buku itu berada. Dan yang membuat was-was, ketika ditanyakan ke mas-mas yang menangani penitipan saya tempo hari, beliau mengaku tidak tahu(?) / tidak ingat lagi (?)
Manajement Gramedia Daan Mogot meminta bukti penitipan kesaya, sedang saat penitipan Mas-mas yang menangani penitipan saya tidak memberi bukti penitipan apapun ke saya.
Struk pembelian yang di tempel di buku yang saya kira bagian dari standar penitipan Gramedia ternyata bukanlah standar penitipan barang. Jadi, akhirnya jika tidak ada bukti itu manajemen tidak bisa mengembalikan apa-apa kesaya.
Semenjak saat itu, saya bersama Mas Arbel (Spv disana) terus mencari titik terang untuk masalah ini, Mas Arbel menceritakan prosedur kesaya sebenarnya prosedur penitipan barang tidak seperti itu, pelanggan seharusnya mendapatkan bukti penitipan.
Karena, buku saya sudah lama berada disana, kemungkinan pada saat pemeriksaan stock opname, petugas disana menganggap buku saya adalah stock dan buku saya ikut terkena penyesuaian pada stock opname.
Tetapi karena saya tidak punya bukti penitipan, Mas Arbel kesulitan membantu saya dan tidak bisa berbuat banyak. Namun Mas Arbel tetap membantu sebisa nya, menelusuri data-data pembelian saya di dokumen2 tahun lalu, menelpon IT pusat untuk mentracking data pembelian saya, dan banyak lagi bantuan-bantuan lainnya. Namun kami belum menemukan titik terang.
Karena, tak kunjung menemukan titik terang, Sebagai bentuk emapati, manajement disana bersedia memberi ganti rugi kesaya uang sebesar Rp.200.000,- Tetapi saya tidak terima, karena nilai buku yang saya beli senilai 730 ribu dan hanya kembali 200.000,- saya keberatan.
Talk show di Pro3 RRI
Beberapa hari setelah itu, diantara perasaan bingung saya mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah ini. Tidak sengaja saya mendengar talk show di Radio Pro 3 RRI yang kebetulan sekali membahas tentang perlindungan konsumen. –jiah, ini kok pas banget!- maka saya ikuti acara itu dan saat ada sesi interaktif langsung saya telpon. Sayapun curhat masalah saya disana. Kata narasumber, coba datang saja ke BPSK terdekat.Singkat kata, saya datang ke kantor BPSK jakarta dan meregistrasi pengaduan saya, disana saya di suruh mengisi form dan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
setelah semuanya beres, saya tinggal menunggu sidang.
***
Singkat kata, pihak Gramedia memohon maaf atas kejadian ini, dan berterimakasih atas masukannnya dan pelajaran yang diambil dari kasus ini. Gramedia juga mengapresiasi saya sebagai pelanggan yang respect. Gramedia akan memperbaiki permasalahan ini agar tidak terjadi di masa depan. Sebagai, permohonan maaf dan rasa terimaksih, Gramedia memeberikan Buku Standar Akuntansi edisi terbaru (pesanan saya dahulu) seharga Satu juta Rupiah. Saya tidak perlu menambah kekurangan uang 270.000,- untuk buku edisi terbaru itu.
selain itu, saya juga mendapat bingkisan kenang-kenangan dan voucher belanja buku di Gramedia senilai 300.000,- wah, ini rejeki…
kisah ini diakhiri, dengan surat pernyataan bersama bahwa, baik saya maupun Gramedia telah sama-sama sepakat bahwa masalah ini selesai.
Di ruang kerja Pimpinan Gramedia Daan Mogot
Buku SAK edisi terbaru dan kenang-kenangan
Dari Gramedia.
AlhamduLILLAH, Terimakasih BPSK Jakarta, dan terimakasih Gramedia….
Informasi:
No Telpon Badan Perlindungan Konsumen Nasional
Saya menggubungi call center Badan Perlindungan Konsumen Nasional di nomor 153 (jangan lupa pakai 021 jika menghubungi lewat Hand phone). Saya adukan masalah saya disana. Ternyata untuk kasus seperti saya itu harus diselesaikan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang kini sudah banyak tersebar di tiap daerah. Cs disana memberi alamat yang terdekat dengan saya. oiya, jika anda bingung ada dimana alamat BPSK di daerah Anda, melalui call center ini, anda dapat menanyakan alamat dan no telpon BPSK terdekat.
Alamat Baru BPSK Jakarta.
Dulunya, alamat lama BPSK Jakarta ada di Jl.Raya Kalimalang Jakarta Timur, Namun Sekarang sudah pindah ke Jl. Perintis Kemerdekaan/BGR 1 No.3 Jakarta Utara telp/fax : 021-45848008 email : wasdalpk.diskumdagdki@gmail.com
Kantor BPSK Jakarta
Kalau anda naik busway, Anda bisa naik busway jurusan Pulo Gadung dan turun di Halte Asmi, Kantor BPSK Jakarta ada di sebelah kantor Balai Meteorologi DKI tidak jauh dari Halte Asmi.
Prenagen Fun Walk | Ibu Sehat Indonesia Sehat : Harapan Besar Menurunkan Angka Kematian Ibu
Sehari sebelum meliput acara Prenagen Fun Walk : Ibu Sehat Indonesia Sehat, Saya sempat melihat tayangan video di youtube dengan judul “Surat Untuk Istri”.
Sebuah video yang bercerita tentang seorang ayah yang merawat anak perempuan nya seorang diri. Istri nya meninggal saat melahirkan anak pertama mereka.
Video ini, menggambarkan kesedihan yang terjadi pada sebuah keluarga yang kehilangan sosok istri dan ibu bagi sang anak.
Jika melihat data survey demografi kesehatan Indonesia pada tahun 2012. Ada 359 ibu yang meninggal dari setiap 100.000 kelahiran.
Angka ratusan itu bukanlah angka yang bisa dibilang sedikit. Saya yakin, tidak ada seorangpun dari kita yang mengharapkan satu dari 359 orang yang meninggal itu adalah bagian dari keluarga kita.
Hingga saat ini, berbagai aksi yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu terus digalakkan oleh berbagai pihak.
Fun Walk Langkah Pasti Menurunkan Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan 2015
Ibu Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prof. Yohana Yembise, Memberikan sambutan dalam acara jalan sehat ( foto : Instagram KOWANI @kowani1928)
Beruntung. Dibalik fakta angka kematian ibu yang mencengankan itu, masih ada pihak yang peduli dan terus berupaya mengedukasi serta mensosialisasikan berbagai tindakan agar angka kematian ibu di Indonesia dapat terus ditekan.
Prenagen, Ahlinya Nutrisi Kehamilan dan Menyusui bekerja sama dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), klikdokter.com, APPI (Aliansi Pita Putih Indonesia) dan KPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak) mengadakan aksi nyata meng-edukasi masyarakat dengan mengadakan jalan sehat pada hari minggu kemarin (6/12/15) di Jakarta.
Acara jalan sehat kali ini sekaligus memperingati hari ibu yang akan dirayakan pada tanggal 22 Desember mendatang.
Kegiatan yang diadakan di kantor KOWANI Jl.Imam Bonjol No.58 Jakarta Pusat kemarin ternyata tidak sekedar acara jalan sehat saja.
Selain cek kesehatan, Ada pula kegiatan lain yang mengandung nilai edukatif buat masyarakat luas, salah satunya yang menambah pengetahuan saya adalah tentang olah raga buat ibu hamil.
Olah Raga Buat Ibu Hamil
Kehamilan adalah proses yang sangat sakral dan berharga. Baik suami, ibu hamil itu sendiri, bahkan keluarga akan sangat berhati-hati menjaga kehamilan sang ibu.Kesehatan ibu hamil menjadi salah satu perhatian yang tidak bisa disepelekan.
Dikesempatan yang berbeda, Saya sempat tanya-tanya ringan ke Kak Putri, (kak Putri adalah kakak senior saya yang kebetulan saat ini sedang hamil). Saya bertanya olah raga jenis apa yang sering ia lakukan saat hamil begini? “Olah raga jalan kaki pagi aja” kata kak Putri.
Dari informasi itu, saya coba browsing dan membaca berbagai artikel di internet. Ternyata jalan kaki pagi memang memiliki banyak manfaat buat ibu hamil.
Jalan kaki pagi hari berdampak baik bagi mental dan fisik sang ibu. Tepat sekali rasanya jika Prenagen, Kowani, klikdokter.com, APPI, dan KPPA memilih menyelenggarakan jalan sehat dipagi hari tanggal 6 Desember 2015 kemarin.
Inilah yang digadang-gadang sebagai aksi nyata menurunkan resiko kematian ibu dengan mengajakak masyarakat khususnya ibu hamil untuk tetap berusaha menjaga kesehatan dan kebugaran saat hamil dengan tetap menyempatkan diri untuk berolahraga ringan, misalnya jalan-jalan pagi yang tidak terlalu berat dilakukan.
Diacara kemarin, rute fun walk dibagi menjadi dua rute. Rute yang pertama adalah rute khusus ibu hamil (kantor KOWANI > Bundaran HI > Lalu balik lagi ke Kantor KOWANI).
Sedangkan peserta lainnya (bukan bumil) menempuh jarak yang lebih panjang lagi, (Kantor KOWANI > Bundaran HI > Monas > dan kembali ke kantor KOWANI).
Walaupun jaraknya panjang, peserta jalan sehat tetap terlihat senang. Ya, munkin karena ini adalah jalan santai, kegiatan ini jadi terasa tidak melelahkan dikarenakan sambil berjalan santai menikmati hangatnya matahari pagi, peserta bisa selfie, foto bareng, bercanda, nyanyiin yel-yel bahkan ngobrol dengan rekan-rekan mereka sembari tertawa bahagia.
Suasana Car Free Day di ibu kota yang ramai jadi bumbu penambah seru jalannya acara fun walk ini.
kelompok ibu-ibu peserta funwalk melangkah penuh semangat.
Kegembiraan seperti ini baik bagi kesehatan mental sang ibu hamil. nah, Selain olah raga jalan dipagi hari, ternyata ada lagi olah raga untuk ibu hamil yang lainnya lagi, yaitu senam hamil dan Belly Dance khusus ibu hamil.
Kalau senam hamil saya sudah sering dengar. Tetapi kalau Belly Dance ibu hamil, saya baru tahu dari acara kemarin. Inilah salah satu sesi kegiatan kemarin. Belly dance exercise yang diadakan secara masal. Wah, ini masuk MURI gak ya?
#BellyDancExercise yang dilakukan bersama-sama sebelum jalan santai (foto : Instagram KOWANI @kowani1928)
Belly dance ibu hamil adalah olah raga yang diadaptasi dari tarian perut ala timur tengah. Olah raga ini bermanfaat untuk memperkuat otot perut dan punggung bumil. (ada manfaat lainnya juga yang bisa anda baca disini.
Nah, jika Anda merupakan salah satu peserta di acara kemarin dan penasaran karena tidak sempat mengikuti belly dance khusus ibu hamil ini, atau karena tidak bisa datang keacara disebabkan satu dan lain hal. Tenang saja, karena Anda masih bisa menonton dan mempelajari tutorialnya di youtube melalui chanel ini > [Tutorial belly dance]
Banjir Hadiah
Setelah menyelesaikan rute fun walk, dan ketika peserta mulai berkumpul di depan kantor KOWANI, panitia menyediakan acara seru lainnya. Disela-sela istirahat, peserta dihibur dengan berbagai kegiatan seru, berupa penampilan artis yang membawakan beberapa lagu. Ada yang duduk-duduk istirahat sambil mendengarkan lagu, namun banyak juga yang ikut berjoget menikmati hiburan musik di panggung.
Keseruan tidak berhenti disitu, selesai menikmati beberapa lagu yang dinyanyikan artis, tibalah saat-saat yang mendebarkan yaitu pengundian door prize.
Dari pandangan mata saya, saat sesi pengundian berlangsung, para peserta yang kebanyakan ibu-ibu kini khusyuk menyimak sederetan nomor yang diucapkan MC dan mencocokkan nomor itu dengan kertas kecil yang ada di tangan mereka, itu adalah kertas nomor kupon undian yang dibagikan saat registrasi diawal acara.
Beberapa peserta terlihat heboh kegirangan saat MC menyebut nomor pemenang undian yang merupakan nomor milik mereka. Wah, senang sekali pastinya. Selamat kepada ibu-ibu pemenang!!
Pemenang hadiah door prize yang diundi langsung dari nomor peserta
Pemenang Doorprize, Pemenang Grup dengan yel-yel terbaik, pemenang Grup terkompak, pemenang Best Posting Twitter, dan pemenang foto bersama di facebook. (foto : Instagram @prenagenworld)
#IbuSehatIndonesiaSehat
Disepanjang jalan kami terus mentuit berbagai peristiwa seru dan informasi yang menarik sepanjang acara fun walk berlangsung.
Di Twitter, cuitan para peserta dapat dipantau dengan hastag #Ibusehatindonesiasehat.
Akhirnya Lomba live report dimenangkan oleh seorang ibu muda, Mbak Windah Saputro. Selamat..!!
Pemenang lomba live report, mbak Windah Saputro. (foto : Instagram @prenagenworld).
Semoga saja acara fun walk dengan tagline Ibu Sehat Indonesia Sehat kali ini turut membawa dampak baik bagi masyarakat luas dan semoga harapan bersama untuk terus mengurangi angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia terus membuahkan hasil.
Tanya Jawab seputar kehamilan
Memperluas wawasan seputar kehamilan sangat diperlukan bagi ibu hamil. Masih banyak mitos-mitos seputar kehamilan yang belum tentu kebenarannya yang mungkin masih dipercaya dan masih tersebar luas dimasyarakat.Namun, diera sekarang ini, saat informasi mudah didapat, ada baiknya teknologi ini kita manfaatkan. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui atau sekedar ingin bertanya-tanya seputar kesehatan, gizi, kandungan, menyusui, atau permasalahan anak dan apapun dalam rangka memperluas pengetahuan, Anda bisa memanfaatkan klikdokter.com atau follow akun twitter @prenagenworld.
Karena mual, muntah, pusing, lemas, kram perut, dan mudah lelah menjadi masalah yang umum terjadi bagi ibu hamil. Jangan lupa untuk selalu istirahat yang cukup dan tetap mengkonsumsi makanan-makanan bernutrisi.
Ibu Sehat Indonesia Sehat | Prenagen Funwalk
Prenagen akan menyelenggarakan acara funwalk bertema Ibu Sehat Indonesia Sehat besok 6 Desember 2015 di Jakarta
Tags: ibusehat,indonesia sehat, ibu sehat, indonesia sehat
#ibusehatindonesiasehat
A long time ago in a galaxy far far away
a long time ago in a galaxy far far away. Adalah pencarian khusus di google. Jika pengguna internet menuliskan kata kunci itu di kotak pencarian, maka interface pencarian akan berubah dari yang biasanya halaman backgroun putih, menjadi latar belakang galaksi.
Cukup keren. Cemana bikin nya ya? Entahlah.Mau lihat seperti apa tampilan nya? Kamu hanya butuh menuliskan kalimat ini di pencarian. Tampa tanda kutip yaaaa....."a long time ago in a galaxy far far away"
update...
Sekarang sepertinya sudah tidak berlaku lagi...
Cukup keren. Cemana bikin nya ya? Entahlah.Mau lihat seperti apa tampilan nya? Kamu hanya butuh menuliskan kalimat ini di pencarian. Tampa tanda kutip yaaaa....."a long time ago in a galaxy far far away"
update...
Sekarang sepertinya sudah tidak berlaku lagi...
Jika Aku Kejeblos di Toko Buku, Maka Aku (titik-titik)
Berhubung beberapa hari yang lalu saya dapet voucher senilai tiga ratus ribu dari Gramedia (cerita tentang hadiah voucher ada disini). Maka hari ini mumpung weekend saya berinisiatif ‘menjebloskan’ diri saya ke Gramedia.

Beberapa hari lalu sempat hunting informasi kira-kira buku apa yang bagus dan sedang in di Indonesia dengan membaca beberapa review buku di internet. Dapat info dari temen, katanya ke Gramedia Blok M aja, katanya sih koleksinya lebih lengkap.
Berbekal rekomendasi itu, datanglah saya kesana. Eh, tapi kok kayaknya biasa aja… Maksud teman saya lengkap dalam hal apa ya? ah sudahlah yang penting saya sudah berada di lautan buku.
Bagi saya, ada dua masalah besar kalau masuk ke toko buku (1) bisa berjam-jam (2) Rayuan buku-buku yang musingin.
Pernah suatu hari ngajak dua temen saya beli buku di Mall PVJ Bandung. Setelah lama berkeliling Saya lihat mereka kayaknya kecapekan dan bosen muter-muter. Kasian juga ngeliat muka nya. Akhirnya mereka saya sarankan nunggu diluar aja sambil ngopi-ngopi di warung pinggir jalan dan saya tetap ngubek-ngubek toko buku.
Tapi walaupun berada lama di toko buku, anehnya saya tidak bosan. Kalau ngak di stop sama waktu sholat, lapar, dan hari yang semakin malam. kayaknya saya bisa betah seharian di toko buku.
Yang kedua adalah Masalah godaan buku-buku.
Buku-buku ini pinter banget menggoda. Kalo ngak hati-hati kantong bisa bolong. Untungnya saya punya patron setiap masuk toko buku harus ada limit pengeluaran nya. Misalnya ngak boleh habis sampe 100.000,-
Dengan kebijakan seperti itu sebenarnya tersiksa juga karena harus pilih-pilih salah satu dianatara dua, tiga atau empat pilihan yang sama-sama menarik.
Seperti kejadian kali ini. Hari ini saya berniat membelanjakan voucher saya 150 saja (3 lembar voucher- sisanya disimpen untuk masa depan-hehehe). Dari ba’da asar saya masuk Gramedia dan keluar nya beberapa menit menjelang magrib. Gila!
Akhirnya, saya berhasil menggondol tiga buku setelah pusing menyeleksi diantara banyak pilihan.
Dari rumah saya membawa daftar buku yang mau di beli (1) Ayah [Andrea Hirata] (2) Andai Aku Wartawan Tempo (3) Negri Van Orange (4) Quantum life transformation [Adi W Gunawan] (5) komik…. Wah banyak juga
Sampe di gramedia ‘iler’ bercucuran ngeliat buku belajar sketsa, jalan ke rak fotografi iler semakin deras mengguyur karena buku disana keren-keren banget. masuk ke rak best seller ah, sudah lah…
Saat mau menjatuhkan pilihan di buku sketsa, hati saya berkata….
ah… kayaknya novel ayah lebih membangun jiwa. datanglah saya ke rak novel best seller. eh taunya di sebelah novel ayah ada novel pulang (Tere Liye) yang best seller juga. Mampus dah saya. Entah kenapa, dibawahnya nongol sebentuk buku berjudul negri 5 menara, novel lama yang belum kebaca… aaah…
pusiiing….
Tapi berhubung saya menyukai karya2 Andrea Hirata, akhirnya saya memboyong Novel ayah, lalu saya ambil Buku karangan pak Adi W Gunawan : Quantum Life transformation dan mengganti rencana membeli komik dengan buku Radikus makankakus nya Raditya Dika (ini niatnya untuk hiburan aja, kayaknya lucu dan murah 33rb. Total 172 ribu bayar pake voucher 150 ribu sisanya pake duit 22 ribu.
Ah, dengan 22 ribu, dapet tiga buku…(Sastra, humor, Psikologi) hatipun senang….
Novel ayah yang belum di unboxing
Beberapa hari lalu sempat hunting informasi kira-kira buku apa yang bagus dan sedang in di Indonesia dengan membaca beberapa review buku di internet. Dapat info dari temen, katanya ke Gramedia Blok M aja, katanya sih koleksinya lebih lengkap.
Berbekal rekomendasi itu, datanglah saya kesana. Eh, tapi kok kayaknya biasa aja… Maksud teman saya lengkap dalam hal apa ya? ah sudahlah yang penting saya sudah berada di lautan buku.
Bagi saya, ada dua masalah besar kalau masuk ke toko buku (1) bisa berjam-jam (2) Rayuan buku-buku yang musingin.
Pernah suatu hari ngajak dua temen saya beli buku di Mall PVJ Bandung. Setelah lama berkeliling Saya lihat mereka kayaknya kecapekan dan bosen muter-muter. Kasian juga ngeliat muka nya. Akhirnya mereka saya sarankan nunggu diluar aja sambil ngopi-ngopi di warung pinggir jalan dan saya tetap ngubek-ngubek toko buku.
Tapi walaupun berada lama di toko buku, anehnya saya tidak bosan. Kalau ngak di stop sama waktu sholat, lapar, dan hari yang semakin malam. kayaknya saya bisa betah seharian di toko buku.
Yang kedua adalah Masalah godaan buku-buku.
Buku-buku ini pinter banget menggoda. Kalo ngak hati-hati kantong bisa bolong. Untungnya saya punya patron setiap masuk toko buku harus ada limit pengeluaran nya. Misalnya ngak boleh habis sampe 100.000,-
Dengan kebijakan seperti itu sebenarnya tersiksa juga karena harus pilih-pilih salah satu dianatara dua, tiga atau empat pilihan yang sama-sama menarik.
Seperti kejadian kali ini. Hari ini saya berniat membelanjakan voucher saya 150 saja (3 lembar voucher- sisanya disimpen untuk masa depan-hehehe). Dari ba’da asar saya masuk Gramedia dan keluar nya beberapa menit menjelang magrib. Gila!
Akhirnya, saya berhasil menggondol tiga buku setelah pusing menyeleksi diantara banyak pilihan.
Dari rumah saya membawa daftar buku yang mau di beli (1) Ayah [Andrea Hirata] (2) Andai Aku Wartawan Tempo (3) Negri Van Orange (4) Quantum life transformation [Adi W Gunawan] (5) komik…. Wah banyak juga
Sampe di gramedia ‘iler’ bercucuran ngeliat buku belajar sketsa, jalan ke rak fotografi iler semakin deras mengguyur karena buku disana keren-keren banget. masuk ke rak best seller ah, sudah lah…
Saat mau menjatuhkan pilihan di buku sketsa, hati saya berkata….
ah… kayaknya novel ayah lebih membangun jiwa. datanglah saya ke rak novel best seller. eh taunya di sebelah novel ayah ada novel pulang (Tere Liye) yang best seller juga. Mampus dah saya. Entah kenapa, dibawahnya nongol sebentuk buku berjudul negri 5 menara, novel lama yang belum kebaca… aaah…
pusiiing….
Tapi berhubung saya menyukai karya2 Andrea Hirata, akhirnya saya memboyong Novel ayah, lalu saya ambil Buku karangan pak Adi W Gunawan : Quantum Life transformation dan mengganti rencana membeli komik dengan buku Radikus makankakus nya Raditya Dika (ini niatnya untuk hiburan aja, kayaknya lucu dan murah 33rb. Total 172 ribu bayar pake voucher 150 ribu sisanya pake duit 22 ribu.
Ah, dengan 22 ribu, dapet tiga buku…(Sastra, humor, Psikologi) hatipun senang….
Novel ayah yang belum di unboxing
Jurnal Pembelian Akuntansi Perusahaan Dagang
Bagaimana cara menjurnal transaksi pembelian pada perusahaan dagang?
Transaksi Pembelian secara tunai (cash), dan beli secara hutang (kredit) itu cara jurnalnya beda. Baik kita mulai dulu cara jurnal transaksi pembelian secara tunai.
Cara jurnal pembelian tunai
Tanggal 4 jan 2015 PT. Zahri membeli secara cash barang dagangan dari PT. HD seharga Rp.3.000.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------(D) Pembelian (Purchases)………Rp 3.000.000
(K) Kas (Cash)………………………………Rp.3.000.000 -----------------------------------------------------------------------------------
Transaksi Pembelian secara tunai (cash), dan beli secara hutang (kredit) itu cara jurnalnya beda. Baik kita mulai dulu cara jurnal transaksi pembelian secara tunai.
Cara jurnal pembelian tunai
Tanggal 4 jan 2015 PT. Zahri membeli secara cash barang dagangan dari PT. HD seharga Rp.3.000.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------(D) Pembelian (Purchases)………Rp 3.000.000
(K) Kas (Cash)………………………………Rp.3.000.000 -----------------------------------------------------------------------------------
Galau Tata Bahasa saat ngeblog
Gimana yah, kadang-kadang aku bener-bener bingung saat nulis draft tulisan untuk blog ini kalo uda ketemu sama urusan tata bahasa. setelah aku perhatikan tulisan-tulisan di blog ini, kadang-kadang tatabahasa nya ada yang (bagus?) ada yang hancur. hehehe

kayaknya ngak usah di peduliin juga kan gak apa-apa ya? tetapi, di hati kecil terdalam ku ada suara kecil yang selalu berbisik yang protes-protes dan ngak terima kalo aku nulis seenaknya tampa kaidah tatabahasa yang benar.
barangkali ini terbentuk gara-gara zaman dahulu pas bimbingan tugas akhir sering kena “semprot” sama dosen pembimbing.
Kalian mungkin pernah ngalamin juga kan coret-coretan sang “editor” gara-gara salah tatabahasa?
tapi karena kejadian itu udah lama, dan udah lama juga enggak menulis dalam keadaan formal jadinya lama kelamaan bahasa slank tumbuh lagi. dan mereka akhirnya beradu….
aku kadang kadang lupa bagaimana grammar nya jika menulis kata awalan+serapan+akhiran itu seperti apa yang benar. semisal: “virus itu meng-instal-kan dirinya bla bla bla…”
kadang-kadang aku juga merasa ngak rela ketika menulis : “tapi” atau “dulu” yang seharusnya ditulis “tetapi” dan “dahalu”. Atau saat menulis awalan nama orang yang di tulis dengan huruf kecil semisal “zahri” yang seharusnya “Zahri”
Apa kamu ngerasain juga?
kayaknya ngak usah di peduliin juga kan gak apa-apa ya? tetapi, di hati kecil terdalam ku ada suara kecil yang selalu berbisik yang protes-protes dan ngak terima kalo aku nulis seenaknya tampa kaidah tatabahasa yang benar.
barangkali ini terbentuk gara-gara zaman dahulu pas bimbingan tugas akhir sering kena “semprot” sama dosen pembimbing.
Kalian mungkin pernah ngalamin juga kan coret-coretan sang “editor” gara-gara salah tatabahasa?
tapi karena kejadian itu udah lama, dan udah lama juga enggak menulis dalam keadaan formal jadinya lama kelamaan bahasa slank tumbuh lagi. dan mereka akhirnya beradu….
aku kadang kadang lupa bagaimana grammar nya jika menulis kata awalan+serapan+akhiran itu seperti apa yang benar. semisal: “virus itu meng-instal-kan dirinya bla bla bla…”
kadang-kadang aku juga merasa ngak rela ketika menulis : “tapi” atau “dulu” yang seharusnya ditulis “tetapi” dan “dahalu”. Atau saat menulis awalan nama orang yang di tulis dengan huruf kecil semisal “zahri” yang seharusnya “Zahri”
Apa kamu ngerasain juga?
[Puisi] Terkesan...
Tidak ingin mencuri perhatian mu
Tidak ingin membuat mu terkesan dengan kata-kata ini
Aku tak piawai mengesankan siapapun
Aku tak punya apa-apa untuk dikesankan
Oleh mu, oleh siapapun…
Tetapi masalah nya, aku terkesan pada mu
Pada mu yang anggun
Padamu yang diam
Tapi aku tau kau sedang merindukan…
ehm…..
seseorang….
Apakah kau tau?
Aku punya instuisi yang sakti
Yang bisa merasakan rasa kerinduan mu itu
Entah bagaimana caranya
aku bisa menerawang dalam
kedalam jiwa mu.
“dasar kepo!” kata mu jengkel.
Anehnya aku tak peduli.
Engkau mengesankan siapapun
Boleh jadi kau tak menyadari…
Sialan…
aku terkesan pada mu…
-----------------------------------------
(Jakarta 11 November 2015)

Tidak ingin membuat mu terkesan dengan kata-kata ini
Aku tak piawai mengesankan siapapun
Aku tak punya apa-apa untuk dikesankan
Oleh mu, oleh siapapun…
Tetapi masalah nya, aku terkesan pada mu
Pada mu yang anggun
Padamu yang diam
Tapi aku tau kau sedang merindukan…
ehm…..
seseorang….
Apakah kau tau?
Aku punya instuisi yang sakti
Yang bisa merasakan rasa kerinduan mu itu
Entah bagaimana caranya
aku bisa menerawang dalam
kedalam jiwa mu.
“dasar kepo!” kata mu jengkel.
Anehnya aku tak peduli.
Engkau mengesankan siapapun
Boleh jadi kau tak menyadari…
Sialan…
aku terkesan pada mu…
-----------------------------------------
(Jakarta 11 November 2015)
[Puisi] Ada Puisi di Gumpalan Mendung
Kerumunan mendung mendatangi Aku petang ini.
Awan hitam merambat di langit...
Bagai lumut yang menutupi dinding tua renta didalam hutan.
Matahari sudah pamit dari tadi, menenggelamkan dirinya kegunung.
Tak sudi kembali lagi saat kupanggil.
Ia Sirna beserta nur yg melekat di tubuh nya.
Kemudian langit menghitam.
Karena mendung...
Gelap jadi semakin gelap.
Karena Mendung...
Pijaran lampu menjadi remang.
Sementara itu, di langit... sepeleton pasukan hujan menanti komando untuk menyerang bumi dengan penuh nafsu.
[ini sebenernya cuma mau ngomong "magrib mendung" tapi kebanyakan eksyen dikit. #Mualdotkom. . .]
Awan hitam merambat di langit...
Bagai lumut yang menutupi dinding tua renta didalam hutan.
Matahari sudah pamit dari tadi, menenggelamkan dirinya kegunung.
Tak sudi kembali lagi saat kupanggil.
Ia Sirna beserta nur yg melekat di tubuh nya.
Kemudian langit menghitam.
Karena mendung...
Gelap jadi semakin gelap.
Karena Mendung...
Pijaran lampu menjadi remang.
Sementara itu, di langit... sepeleton pasukan hujan menanti komando untuk menyerang bumi dengan penuh nafsu.
![]() |
| Sumber foto (Google/Dody Fatoni) |
[ini sebenernya cuma mau ngomong "magrib mendung" tapi kebanyakan eksyen dikit. #Mualdotkom. . .]
Penting ! Fungsi Lock Screen Ini Belum Banyak yang Memanfaatkan
Oke, kali ini kita akan ngomongin soal usaha preventive bagaimana sih meningkatkan kemungkinan Android kita yang hilang, terjatuh, tertinggal di suatu tempat dan di temukan oleh orang lain, kemudian berpotensi untuk di kembalikan ke kita lagi.
Tentu saja ini tergantung dari siapa yang menemukan Android kamu. Barangkali Android yang hilang itu ditemukan oleh orang yang punya niat untuk mengembalikan, maka teknik ini tentu sangat berguna.

Nah, kamu akan menemukan boks kecil, tempat untuk mengetik informasi alamat rumah kamu di boks itu atau cantumkan saja nomor hp sekunder atau nomor teman kamu yang sudah kamu kasih tau kalo hp ilang misalnya beruntung bakalan ada orang yang menghubungi no dia.
kita ngak tau siapa yang akan menemukan hp kita. setidaknya jika ada nomor seprti itu orang baik yang menemukan android bisa mudah menghubungi pemilik.
Tentu saja ini tergantung dari siapa yang menemukan Android kamu. Barangkali Android yang hilang itu ditemukan oleh orang yang punya niat untuk mengembalikan, maka teknik ini tentu sangat berguna.
Memanfaatkan layar lock screen di android.
Yap! sangat jarang sekali terlihat layar lock screen di perangkat Android di kostumasi oleh pengguna nya. Hanya layar hitam yang tidak ada informasi apa-apanya. Padahal, Layar Lock screen ini sebenarnya bisa kita kostumasikan. Seperti misalnya kita bisa menaruh alamat dan informasi kontak pada layar LockscreenBagaimana cara menambahkan owner info di lock screen?
masuk ke menu setting > security > screen security > owner info.Nah, kamu akan menemukan boks kecil, tempat untuk mengetik informasi alamat rumah kamu di boks itu atau cantumkan saja nomor hp sekunder atau nomor teman kamu yang sudah kamu kasih tau kalo hp ilang misalnya beruntung bakalan ada orang yang menghubungi no dia.
kita ngak tau siapa yang akan menemukan hp kita. setidaknya jika ada nomor seprti itu orang baik yang menemukan android bisa mudah menghubungi pemilik.
My Boss My Hero, Film Jepang Lucu Namun Inspiratif
*** Pertama sekali, aku ingin sampaikan satu hal penting di awal tulisan ini yang kutujukan bagi PENIKMAT FILM yang kebetulan membaca tulisan ini. Jika Anda belum pernah menonton film ini, dan berniat menonton nya dikemudian hari, tulisan ini boleh jadi tidak disarankan untuk Anda baca, karena nantinya bakalan banyak banget spoiler yang bergentayangan. hi hi hi…***
- sekian disclaimer -
My Boss My Hero adalah film Jepang yang menurutku lucu banget, tetapi sarat makna. Film ini menceritakan seorang anak geng Yakuza bernama Sakaki Makio yang punya kekuatan otot super, kemampuan berkelahi yang mengerikan, fisik yang tangguh, Dia bisa mengalahkan musuh berjumlah puluhan orang sendirian. Namun, kekurangan nya cuma satu. Dia bodoh.
Sakaki gagal melakukan transaksi bisnis bernilai puluhan juta dolar gara-gara dia ngak tau $ 35 Juta dengan $ 27 Juta itu banyakan yang mana.
Karena merasa dirinya kuat, Sakaki berambisi untuk jadi kepala geng (pemimpin teringgi yakuza) selanjutnya menggantikan ayahnya. Namun, gara-gara otaknya tidak pintar, perjalanan untuk menjadi ketua Geng jadi penuh perjuangan karena dia harus mau sekolah SMA lagi di umur 28 tahun.
Di SMA rupanya dia belajar banyak hal. Nah, menurutku perjalanan nya melewati hari-hari di sekolah ini mengandung nilai-nilai universal yang bagus sekali. Ada banyak pesan moral dibalik kelucuan film ini. Beberapa diantaranya yang sempat membuat aku merenung dan terkesan adalah…
Semangat Belajar Sakaki
Walaupun tidak terlalu detail diceritakan, aku menangkap bahwa Sakaki punya masa lalu yang kelam di dunia pendidikan. Sepertinya Sakaki udah putus sekola sejak dia masih kelas dua SD (cuplikan masa SD ini ada di tayangkan di film walaupun cuma sebentar).Seperti yang telah disinggung pada paragraf sebelumnya. Di umur nya yang 28 tahun Sakaki berambisi untuk jadi ketua geng selanjutnya, namun mengingat kebodohan nya, mau ngak mau dia harus sekolah lagi dan langsung masuk di kelas 3 SMA.
Tentu bisa dibayangkan, orang yang putus sekolah sejak kecil, tau tau masuk sekolah langsung SMA kelas 3 di sekolah elit dan berkualitas pulak! beban kesengsaraan mental nya sudah pasti sangat berat sekali.
Sakaki benar-benar kebingungan saat melihat pelajaran pertamanya, saat itu adalah pelajaran matematika. kalkulus pulak ! Matematika selesai, masuk lagi pelajaran baru Biologi, dan tentu saja ia bingung saat mendapati istilah-istilah genetika di pelajaran itu. Mana ia ngerti?
Namun di film ini di tampilkan bagaimana ia terus belajar keras setiap hari nya demi untuk menjadi Bos. Perjuangan nya belajar sangat mengharukan…
Untungnya dia punya wali kelas yang peduli, yang selalu memantau perkembangan muridnya. Sensei ini memberikan jam tambahan untuk Sakaki.
hmm… andai semua guru di negeri kita punya dedikasi seperti sensei ini…
Minami sensei sang wali kelas sedang memberi kelas khusus buat sakaki
Membuat Kenangan Masa Muda
Di episode dua dan enam, aku tercengang ! dan langsung merasa bahwa masa-masa SMA ku kurang maksimal. Di episode dua, sakaki dan beberapa anggota kelasnya, ikut pertandingan basket. sayangnya mereka tidak pandai bermain basket, tapi tetap nekat ikut. Dengan latihan seadanya mereka tetap nekat mengikuti turnamen basket di sekolah nya dan ternyata menang. (yah namanya juga pilem)Ijima sensei menyarankan agar sakaki dan teman-teman nya membuat kenangan masa muda yang baik, walaupun prestasinya biasa-biasa atau pada akhirnya jelek ya tidak apa-apa, yang penting adalah kenangannya. Karena, menurut Ijima Sensei. kelak saat kita tua, bukan rangking satu atau dua atau tiga yang kita ingat, melainkan kenangan-kenangan dengan orang di sekitar kita. wah iya juga kaaan ?!
*(Tentu saja bukan bermaksud meremehkan rangking loh ya)
ini lebih karena kenangan masa muda itu sangat berharga dan dapat di kenang sampai tua.
Ijima Sensei (sejenis guru UKS)
Ah, Sepertinya kamu harus nonton sendiri film seri Jepang My Boss My Hero ini…
selain lucu, film ini sarat makna dan sangat menghibur sekali…
Teknik Membaca yang Menarik
Baiklah, kita mulai tulisan ini dengan menghayal. Ayo berimajinasi sebentar…
Bayangkanlah saat ini kamu lagi mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah semisal 20 Km/Jam. Kira-kira apa yang terjadi dengan pikiran mu?
Hanya fokus pada jalanan?
atau pikiran masih bisa ngelantur kemana-mana? masih bisa sambil mikirin kerjaan kantor yang belum kelar misalnya, atau pikiran bisa nyambi nyanyi-nyanyi?
Ayo kita tingkatkan kecepatan sepeda motor jadi 200 Km/Jam ! Atau lebih cepat dari itu. Wuzzzz…Wuzzzz… Wuzzzz…Kwenceng….!
Sekarang bagaimana? apa pikiran kita masih sempat ngelantur kemana-mana? Atau jadi fokus dengan sendirinya menatap jalan? Yang sering terjadi dengan kecepatan sekencang itu, secara refleks kita jadi fokus pada jalanan, pikiran ngak kemana-mana, kalau kemana-mana nyawa bisa bisa kemana-mana.
Benar?
Kita bawa teori ini pada skill membaca.
Salah satu masalah yang sering terjadi dalam membaca adalah si pembaca kurang fokus dengan bacaannya. Yang dibaca lain, pikiran dalam kepala juga lain. Masih sempat menghayalkan masalah lain. Kurang fokus!
Efeknya materi jadi kurang terserap atau paham jadi lama. Sama seperti analogi diatas, ternyata salah satu teknik agar bisa fokus membaca adalah dengan mengencangkan kecepatan membaca. Membaca dengan kecepatan rendah mengakibatkan konsentrasi menurun. Selama ini, saat membaca sebuah tulisan atau data-data ada kecendrungan pembaca menurunkan kecepatan membacanya saat menemukan tulisan/data yang kurang dimengerti. Ternyata katanya itu kurang baik.
pembaca malah dianjurkan untuk membaca dengan cepat saat sesi screening untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
mau membuktikan teori ini? coba saja. saat screening kamu bisa coba membaca dengan kecepatan tinggi, saat ada informasi yang kurang dimengerti, jangan melambatkan kecepatan membaca. tarik gas terus….
berani buktikan?
*tulisan ini disarikan dari talkshow di radio Smart FM
Transfer Data Kontak ke Smartphone Baru
Dihape lama ku, (Nokia 110) ada banyak data kontak temen-temen yang tersimpan. Dahulu saat memindahkan nomor kontak di hape Nokia senter. Nokia senter itu seri bberapa, ya? ke Nokia 110 ini aku menginput satu persatu untuk nomor yang tidak muat di simpan di memori kartu SIM. Pegel, keram dan tidak efesien.
Ini aku lakukan karena tidak ada(?) pilihan lain. Walaupun Nokia 110 punya fitur Bluetooth dan sinkronisasi, namun Nokia senter tidak punya kedua fitur itu. Inilah masalahnya. Jadi mau tak mau harus tetap input manual.
Namun, itu hanyalah pengalaman masa lalu, kali ini aku tidak perlu input manual untuk memindahkan data kontak dari Nokia 110 ke smartphone ku Redmi 2. Kedua perangkat ini memiliki fitur Bluetooth dan menu sinkronisasi. Jadi memindahkan ratusan kontak HP bisa dilakukan dengan sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik. Sangat efesien.
Ini aku lakukan karena tidak ada(?) pilihan lain. Walaupun Nokia 110 punya fitur Bluetooth dan sinkronisasi, namun Nokia senter tidak punya kedua fitur itu. Inilah masalahnya. Jadi mau tak mau harus tetap input manual.
Namun, itu hanyalah pengalaman masa lalu, kali ini aku tidak perlu input manual untuk memindahkan data kontak dari Nokia 110 ke smartphone ku Redmi 2. Kedua perangkat ini memiliki fitur Bluetooth dan menu sinkronisasi. Jadi memindahkan ratusan kontak HP bisa dilakukan dengan sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik. Sangat efesien.
Cara Menghapus Akun Gmail di Android
Cara menghapus akun gmail di Smartphone Android xiaomi redmi 2

Saya selalu membuat tulisan di blog ini jika menemukan solusi dari permaslahan yang saya dapati pada perangkat android yang saya pakai, Xiaomi redmi 2. Tujuanya adalah sebagai arsip dan untuk berbagi pada user yang lain yang kebetulan menemukan permasalahan yang sama.
Nah, kemarin saya bingung, bagaimana caranya menghapus salah satu akun gmail yang terlanjur tersinkron ke perangkat android saya. Karena tampa sengaja saya menambahkan akun gmail baru keperangkat. Gara-gara kejadian itu, total akun gmail yang tersinkron dengan perangkat menjadi tiga biji. Wogh! Kebanyakan.
Itu terlalu banyak bagi saya. Lalu saya ingin menghapus salah satunya. Karena akun email primary yang saya gunakan di perangkat ini cuma 2.
Bagaimana Caranya menghapus akun gmail di xiaomi redmi 2
- Masuk ke setting
- Lalu lihat di katagori akun
- Masuk di > Semua
- Kemudian pilih google
- Jika sebelumnya sudah ada beberapa akun, maka akan tampak seperti contoh di bawah

Daftar akun gmail di perangkat saya - Pilih salah satu yang ingin dihapus
- Akan masuk ke layar baru, nah disana ada tombol menu berupa tiga buah titik (letaknya di tengah bawah layar)
- Tekan tombol 3 titik itu lalu pilih Hapus.
- Selesai, akun nya akan tethapus.
- Masuk ke menu Settings (pengaturan)
- Klik Accounts (Akun)
- Klik pada akun Google yang mau dihapus
- Klik Remove Account / Hapus Akun.
- Jika tidak muncul pilihan Remove Account, klik dulu More Atau gambar tiga titik kecil.
Cara Gampang Wipe Cache Xiaomi Redmi 2
Cara Wipe Cache Xiaomi Redmi 2
- Pastikan perangkat dalam keadaan off.
- Tekan tombol power + volume up bersamaan.
- Akan muncul main menu. Disini kamu harus pilih 'Recovery' dengan cara menyentuh layar.
- Kemudian bakalan muncul pilihan bahasa. Disini kamu bisa pilih English. Kali ini layar tidak bisa disentuh, jadi pilihnya pake tombol volume atas dan bawah untuk memilih dan tombol power untuk OK.
- Pilih Wipe & Reset.
- Pilih Wipe Cache.
- Pilih Yes.
- Tunggu sampai proses selesai.
- Pilih Back.
- Pilih Reboot to System.
Wipe cache ini tidak akan menghapus aplikasi yang sudah di instal. Wipe cache juga punya manfaat untuk menywgarkan kembali sistem di perangkat redmi Anda.
(Melenyapkan) Rasa Ngantuk
Hari masih siang, tapi aku diserang rasa ngantuk yang gila banget. Kalo duduk diem rasanya bisa ambruk sendiri. Ngantuk.
Namun opsi untuk tidur siang tidak memungkinkan. Jadilah ku lawan kantuk ini sekuat tenaga.
Teori yang populer berkembang adalah minum kopi untuk mengusir kantuk. Walaupun menyukai aroma kopi, tapi aku bukan penikmat kopi sejati. Kalo minum kopi (terutama kopi hitam) perut biasanya bisa kembung (masuk angin).
Tapi, daripada pikiran ngak pas gara2 diserang ngantuk. Akhirnya aku mengambil opsi minum kopi. Kopi hitam pulak!
Namun opsi untuk tidur siang tidak memungkinkan. Jadilah ku lawan kantuk ini sekuat tenaga.
Teori yang populer berkembang adalah minum kopi untuk mengusir kantuk. Walaupun menyukai aroma kopi, tapi aku bukan penikmat kopi sejati. Kalo minum kopi (terutama kopi hitam) perut biasanya bisa kembung (masuk angin).
Tapi, daripada pikiran ngak pas gara2 diserang ngantuk. Akhirnya aku mengambil opsi minum kopi. Kopi hitam pulak!
Kopi hitam sachet hasil seduhan sendiri
Ternyata, sekitar satu menit setelah diseduh, belum diminum, ngantuk nya hilang! Lah...! Kopi nya mau dibuang sayang, mubazir.
Ya sudah, bantai aja... Kembung kembung dah...
Bismillah....
Menumpuk dan Terus Menumpuk...
Hari ini aku menatap kecut layar monitor laptop ku, kulihat disana tumpukan-tumpukan draft tulisan yang seharusnya aku posting saat Ramadhan kemarin. Namun, karena tulisannya tidak rampung akhirnya mereka menumpuk dalam keadaan tidak sempurna. Sialnya, aku kehilangan selera untuk melanjutkan tulisan-tulisan itu.

Benar juga kata orang-orang, kalau kita lama tidak melakukan rutinitas yang biasa, ternyata ketika memulainya kembali bisa kaku. Dengan bahasa yang lain saya lupa bagaimana cara memulainya. lupa bagaimana cara menulis. hihihii.
Maka untuk pemanasan, aku tuliskan saja tulisan remeh temeh ini, gunanya tak lain sebagai stimulan agar aku terbiasa mengetik lagi. Sementara itu, aku akan coba kumpulkan energi untuk melanjutkan draft-draft tulisan yang tidak selesai kemarin itu.
Semangat ! Datanglah….
Benar juga kata orang-orang, kalau kita lama tidak melakukan rutinitas yang biasa, ternyata ketika memulainya kembali bisa kaku. Dengan bahasa yang lain saya lupa bagaimana cara memulainya. lupa bagaimana cara menulis. hihihii.
Maka untuk pemanasan, aku tuliskan saja tulisan remeh temeh ini, gunanya tak lain sebagai stimulan agar aku terbiasa mengetik lagi. Sementara itu, aku akan coba kumpulkan energi untuk melanjutkan draft-draft tulisan yang tidak selesai kemarin itu.
Semangat ! Datanglah….
Begini Hasilnya Jika Anak Kos Cowok Iseng Buat Cake
Untuk menghasilkan cake yang enak
dibutuhkan pasion, ilmu level dewa, alat dan bahan-bahan,
serta jam terbang yang mencengankan. Apa jadinya jika sebagian dari syarat itu tidak ada...?
Bayangkan saat pagi hari, perut kamu lapar. Tidak ada makanan di kosan, tukang bubur gak lewat, semua warteg di dunia tutup. Semua yang sejenis dengan kfc, mekdi, indomaret ngak ada. warung warung juga ngak buka. mungkin itu tandanya kamu sedang berada di planet Neptunus.
Paragaf di atas adalah contoh dari saat-saat dimana kebuntuan ide untuk memulai tulisan menyerang. Digunakan untuk menangani masalah akut saat aku sedang bingung bagaiman memulai tulisan ini. * teknik ini bisa disebut : teknik nglantur* Biasanya aku tidak menunjukan bagian ini di tulisan yang udah jadi.
Okeh, Pagi hari ini aku punya kegiatan yang pechah banget, yaitu ;
BIKIN KUE!!!!
Ini adalah pengalman pertama buat kue sendiri dan peristiwa kayak gini jarang banget terjadi di kos-kosan. Beberapa waktu yang lalu aku melihat share-an tutorial cara buat kue yang simple banget yang dibagikan salah seorang teman Facebook. Ada yang pernah buat pancake make majic-com. Wogh! Kreatif!!
Setelah ku baca ternyata bahan untuk membuat kue majic com ini sederhana. Maka informasi itu langsung aku bookmark di laptop dan hari ini adalah hari eksekusi nya.
Yah nama nya juga blogger sehari hari. Kegiatan ini tentu tidak luput dari aksi liputan buat blog. Hehehee
Bahan-bahan
Beberapa hari sebelum hari ini, aku sudah berburu bahan-bahan paling esensial untuk proyek pancake ini. Antara lain :
1. Margarin seharga RRp. 3.500,-
2. Baking soda Rp. 4.500,-
3. Tepung terigu Rp.2000
4. 2 butir telur Rp.3,000, dan...
5. Susu creeamer 1 bungkus Rp. 1,500,-
Cara buat nya gampang aja, tepung terigu + Baking soda + telur dan susu di tumplek jadi satu kayak gini.
Lalu aduk sampe bentuk nya seperti yang terlihat di acara masak mamak-mamak di tipi-tipi. Kemudian, menjelang langkah terkhir untuk tempat 'pemanggangan' yaitu tempat masak nasi di majic com harus kita olesi dengan margarin margarin, kemudian taburi sedikit tepung agar tidak lengket.
Langsung deh tinggal tekan tomboll cook di majic com kayak masak nasi dan tunggu sampe mateng.
Dan hhasilnya adalah....
This is it.... pancake Bronto saurus ala king Cobra... :D
![]() |
| Jadi brohh.. |
Result
Untuk hasil rasa nya, kalo ada bintang 5 maka buatan hari ini bisa diberi bintang 2! Hahaha
Buatan kali ini kurang manis. Lupa ngasih gula hahaha....yah, nama nya karya pertama. Try en error. Hihihi
Kamu Blogger Blogspot Indonesia? Mari ucapkan selamat tinggal pada blogspot dot com
Apakah kamu seorang blogger yang punya blog di blogspot? Coba lihat alamat blog kamu sekarang. URL Domain untuk blogspot di Indonesia kini telah "dipaksa" ganti oleh google dari [namablog].blogspot.com menjadi [namablog].blogspot.co.id.
Otomatis Blog saya ini juga berganti url nya dari muhammadzahry.blogspot.com menjadi muhammadzahry.blogspot.co.id. Tentu saja bio-bio di instagram, twitter, facebook harus di update lagi. hihhi
Kenapa Google melakukan ini?
Saya lansir dari Kompas Tekno, Google sebenarnya sudah melakukan kegiatan ini sejak tahun 2013 yang lalu di beberapa negara, cuma kebetulan Indonesia kebagian di tahun ini (2015).
Dari halaman support Google, katanya sih perubahan ini dilakukan sesuai visi Google yang mendukung kebebasan berpendapat dan aturan mengenai konten-konten kontroversi.
Jadi, secara sederhana keperluannya kira-kira begini : Misalkan Google menerima permintaan dari negara api untuk menghapus konten (baik itu tulisan,gambar, video dst) yang melnggar hukum di negara api. Maka konten tersebut tidak akan tersedia bagi pembaca dari negara api
Namun karena di negara angin konten yang di block di negara api itu bukanlah konten yang melanggar hukum, negara angin tetap bisa baca konten itu. Dengan kata lain negara selain negara api ngak kena blockan Google.
Tapi, kata si embah. perubahan ini mungkin akan berefek pada Search Engine Optimitation nya.
hmmmm....... trafic juga ujung-ujungnya...
Otomatis Blog saya ini juga berganti url nya dari muhammadzahry.blogspot.com menjadi muhammadzahry.blogspot.co.id. Tentu saja bio-bio di instagram, twitter, facebook harus di update lagi. hihhi
![]() |
| Dokumen pribadi |
Kalau url domain nya di ganti secara sepihak oleh Google, apakah dalaman blognya ikut keganti juga ?
Jawabanya adalah : tenang saja, karena untuk konten maupun bahasa yang ada didalam blog tidak diubah. Aku nyoba ngecek menu dasboard dan hasil nya tidak ada perubahan. jadi cuma URL saja yang di ganti.
Kenapa Google melakukan ini?
Saya lansir dari Kompas Tekno, Google sebenarnya sudah melakukan kegiatan ini sejak tahun 2013 yang lalu di beberapa negara, cuma kebetulan Indonesia kebagian di tahun ini (2015).
Dari halaman support Google, katanya sih perubahan ini dilakukan sesuai visi Google yang mendukung kebebasan berpendapat dan aturan mengenai konten-konten kontroversi.
Jadi, secara sederhana keperluannya kira-kira begini : Misalkan Google menerima permintaan dari negara api untuk menghapus konten (baik itu tulisan,gambar, video dst) yang melnggar hukum di negara api. Maka konten tersebut tidak akan tersedia bagi pembaca dari negara api
(masalah bagaimana bisa tahu pembaca yang berasal dari negara api dan mana yang dari negara air, Google tentu sudah punya teknolooginya. Sementara bisa diduga melaui IP Adress saja. Sokh dah, itu mah urusan Google).
Namun karena di negara angin konten yang di block di negara api itu bukanlah konten yang melanggar hukum, negara angin tetap bisa baca konten itu. Dengan kata lain negara selain negara api ngak kena blockan Google.
Tapi, kata si embah. perubahan ini mungkin akan berefek pada Search Engine Optimitation nya.
hmmmm....... trafic juga ujung-ujungnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pakai Kulit Manggis
Kemarin saya ngobrol dengan sahabat lama saya, entah kenapa sekarang omongan di tongkorngan topik nya sering spesifik, soal kesehatan ! tema...
-
Mendengarkan musik sambil membaca liriknya memang jadi satu kegiatan yang mengasikkan saat mengisi kesenggangan waktu saat santai-santai di...
-
Aku ngak tau cemana ceritanya tiba-tiba aja ada seekor tawon nyasar malam-malam ketempat ku. – Mungkin dia lelah – yang pastinya malam in...
-
Sudah berbulan-bulan lamanya tombol Fn untuk mengaktifkan Wifi,di laptop Asus saya tidak berfungsi. sebenarnya bukan hanya tombol Fn wifi s...

















