Prahara Jadwal Baru krl Duri - Tangerang

1 April yang sengsara

Pagi itu, 100 meter dari Stasiun aku terkejut melihat peron jalur 1 dan jalur 2 distasiun Kalideres telah dipenuhi banyak orang. Saat masuk ke stasiunya aku mendengar sedikit kegaduhan dan banyak orang yang mengeluh dan marah-marah.

Dari pengeras suara di stasiun aku bosan mendengar announcer berkali-kali meminta maaf atas ketidak nyamanan ini dan menyarankan penumpang menggunakan transportasi lain karena jumlah penumpang memang sedang membludak.

Apa yang terjadi?


Pasalnya, untuk menyesuaikan jadwal kereta bandara (proyek baru yang belum jadi) Per 1 April 2017, PT. KAI commuterline jabodetabek memberlakukan jadwal baru. Kereta jam 7-8 yang biasanya 3 kali keberangkatan di pangkas menjadi 2 kali keberangkatan.

Hasilnya, penumpang menumpuk. Sebenarnya di jadwal sebelum nya (3 kali keberangkatan) pun pe umpang sudah cukup padat, bisa dibayangkan jika 1 jadwal dipangkas, ini sama artinya penumpang 2 kereta di jadikan 1 kereta. 

Maka, banyak penumpang yang tidak terangkut, bahkan ada yang sampai 3 kali tidak bisa naik gara2 kereta penuh.
Sebagian penumpang berinisiatif naik kereta kearah Tangerang dahulu karena kereta ke arah Tangerang relatif lebih sepi karena tujuan sebagian besar orang2 bekerja bukan kearah sana, melainkan ke arah Jakarta.

Sebagian yang lain termasuk aku, mencoba peruntungan untuk masuk dan berdesak-desakan ditengah2 padatnya penumpang. Saat kami mencoba masuk, di dalam gerbong banyak ibu² dan penumpang lain yang berteriak-teriak karena ter-gencet.

Situasinya sangat tidak nyaman dan sangat tidak manusiawi. Kasihan sekali penumpang yang anak2 atau ibu yang hamil dan membawa balita jika harus di gencet seperti itu.

Komplain Penumpang

Saat sampai di stasiun Tanah Abang, ku coba lihat apa yang terjadi di stasiun lain arah Duri Tangerang melalui kanal berita Online, berita disana menulis banyak penumpang yang marah2, bahkan ada yang sampai mendatangi kepala stasiun. Kupikir hari itu yang menelpon call center krl pasti membludak.

Rupanya di Stasiun Poris kondisi nya lebih parah dibanding Kalideres. Saat jam berangkat kerja Setelah Tangerang, Stasiun Poris memang jadi salah satu stasiun yang menumpang nya ramai di hari biasa, di susul stasiun Kalideres kemudian Rawa Buaya.


Cerita Darma di Stasiun Poris

Kebetulan teman kerja ku Darma naik kereta dari stasiun Poris, dia menceritakan kejadian yang menyedihkan pagi itu. Ada Anak SMA yang akan melakukan ujian nasional, dia panik karena tidak bisa terangkut beberapa kali. Betapa kasihan nya anak itu, UN bukanlah pekara sepele, semoga anak itu tidak terlambat dan bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.

Reaksi penumpang

Sejauh pengamatan ku naik krl, kemarahan penumpang kereta kali ini memang benar2 dasyat dan luar biasa. 

Bahkan ada salah seorang pengguna jasa krl yang membuat petisi di change.org menuntut agar KAI mengembalikan jadwal lama. Terakhir saya lihat, petisi ini telah di tanda tangani lebih dari dua ribu orang. Gerkan yg luar biasa. Link nya ada disini:


https://www.change.org/p/pt-kcj-commuter-kembalikan-jadwal-kereta-tangerang-duri?recruiter=704093423&utm_source=share_petition&utm_medium=whatsapp


Respon KAI

Alhamdulillah, mungkin karena complain dan kritik dari para penumpang yang membludak. Akhirnya KAI merevisi jadwal keberangkatan yang dari awalnya 30 menit sekali menjadi 20 menit sekali. Walaupun ini masih kurang, tapi setidak nya sedikit lebih baik.

Renovasi Stasiun Duri

Dua hari terakhir ada yang berbeda di stasiun duri. Atap-atap peron di jalur 2 dan jalur 3 mulai di tanggalkan. Terlihat dari kerangka atap yang dipotong-potong.
Dari besi yang terlihat disana, sepertinya atap ini sudah lama sekali ada.


Peremajaan_stasiun_duri
Renovasi Stasiun Duri


Sebagai stasiun transit, sebenarnya saya sangat mengharapkan stasiun duri bisa lebih modern lagi, atap peron nya bisa mencakupi semuanya peron, karena sangaat dibutuhkan saat hujan. Semoga ada perbaikan terutama fasilitas publik nya seperti Mushola, toilet, tempat wudhu. Semoga bisa lebih baik lagi.


Seperti halnya renovasi besar2an di stasiun Tanah Abang yang keren banget itu.
Dari rencana pembangunan yang di tempel di stasiun duri sepertinya pembangunan ini bakalan bagus.
Oke deh, di tunggu penampakan stasiun baru nya PT.KAI



#angker (anak kereta)
#jdt (jalur duri tangerang)
#commuter

Kenagan Belajar Bahasa Jepang di Kelas Accounting B

Konbanwa..
hajimemasite,
watashiwa zahri desu LP3I no dai gaku se desu ni ju isai desu laksana ni sunde imasu Dozo yorosiku...”
kalimat asing inilah yang kira-kira ku pelajari saat pertama belajar bahasa Jepang di kampus bersama Sense Erol. Seorang dosen bahasa Jepang yang baik hati yang menyenangkan. Agar menyenangkan kami di suruh saling memperkenalkan diri dengan bahasa itu. sebelum show up aku telah menghafalnya berkali-kali di kosan.

Saat membuka facebook sebuah kenangan muncul karena aku pernah memosting sebuah status keluh kesah tentang ujian bahasa jepang yang baru lewat sehari yang lalu. setelah kubaca-baca ternyata komentar teman-teman satu kelas ku saat itu lucu juga. Aku jadi kepingin mengabadikan nya di blog ini. hihihi..



ini status nya : 

Semalam ujian bahasa jepang  berantakan desu..... jawaban asal tebak, berharap pada keberuntungan... masih sukur duduk deket server (mahasiswi yang jago bahasa jepang nya-red).... alah jngan terlalu dipikirin zahri paling salah cum satu....( sok jago)
·  Riema Astita Ab Berkomentar 20 April 2010 pukul 12:56  

Aq tebak smua.....

· 
Dewi Anjani Berkomentar 20 April 2010 pukul 13:07
woy.....
bgi2 lah soal nya...???

· 
Riema Astita Ab Berkomenta 20 April 2010 pukul 13:39 
Susah mampus soal na!!!
G ngrti 1 pun

^ membaca komentar rima ini aku ketawa

· 
Puji Purwanto Berkomentar 20 April 2010 pukul 13:50 
 gaya x.......ni kawan 1......jangan sampek salah semua benarnya 1...wkwkwkw...berabe urusannya

· 
Mohammad Zahri Membalas komentar Anjani : 21 April 2010 pukul 10:34
kapok kau jen !!!
kau harus latihan angkat barbel 9 ton dulu baru bisa jawab soal.........

· 
Mairisa Uniq Berkomentar:

Diriku lbh malang lagi..udah telat, duduk depan...ga bisa jwb...mampus aku...hehehhe




Menjamu TM : Sang Penyiar yang Melancong

Mau kemana kamu kalau ke Prancis? Menara Eifel sepertinya oke, kata mu. Mau kemana kamu kalo ke Papua? Raja Ampat boleh juga tuh, pilih mu. Mau kemana TM kalau ke Jakarta? inilah perjalan yang kami pilih…
*** 

Menjelajah, adalah salah satu naluri manusia. Ia menggerakkan hati Colombus untuk "mengobrak abrik" samudra. Melahirkan karya "Imago Mundi" yang sarinya diperas dari perjalanan Marco Polo. Penjelahan selalu meledakkan tantangan, keseruan dan kisah yang kemungkinan besar membekas dihati.

TM, teman ku sang penyiar radio, berhasrat menjelajah. Menjelajah Jakarta dalam keterbatasan waktu yang amat sempit. Kemana aku mengajak nya? inilah perjalanan kami.


Turis lokal modal dengkul - Pejalan Kaki

Jauh-jauh hari, TM sudah memberi kabar bahwa dia akan datang ke Jakarta untul liburan.  Pada Hari “H” melalui whatsapp dan BBM kami menyusun rencana untuk ketemuan di salah-satu stasiun kereta dekat Depok. Karena bertahun-tahun tak bertemu, aku ingin memberi kejutan. Saat tiba di Stasiun, aku mengendap-ngendap seperti kucing ingin memangsa burung gereja dibalik rumput. 

Rupanya TM belum masuk ke stasiun, dia celingukan didekat pintu gate. Dengan strategi tengik, aku masih mengendap-ngendap mendekatinya, dan pada jarak yang ideal, aku berdiri mematung.

Aku diam saja disana sembari senyum-senyum melihatnya, dia masih celingukan tak menyadari keberadaan ku. Aku biarkan saja dia disana sampai dia menyadari ternyata yang nama Zahri sudah jadi patung dengan bibir yang dari tadi menahan tawa. TM sumringah melihat ku.
Sialan, uda di situ aja ni anak. Mungkin itu yang terbesit dihatinya.
Saat itu TM beum menikah, gaya pakaiannya masih sama seperti dahulu, casual dan SUPERRRRR santai dengan tas ransel yang terkesan tidak mau lepas dari punggungnya. Ya ampuun tas itu, dari jaman aku masih di Banda Aceh sampai sekarang masih awet aja. 

Wajah TM juga masih seperti dahulu, tidak berubah mirip ultramen. masih otentik seperti TM yang dulu. Sehari sebelumnya aku menawarkan TM untuk mengelilingi Jakarta dengan berjalan kaki. mengunjungi tempat-temapat yang ku anggap Jakarta able.

“widiih oke juga tu cuy…” kata TM menjawab ide yang beresiko menyebabkan nyeri sendi itu.

Siapapun teman-teman ku yang datang kesini, aku selalu berusaha agar mereka mendapatkan oleh-oleh yang berkesan. Foto adalah salah satu kenang-kenangan sederhana yang mengesankan, maka jika teman-teman datang kemari otomatis aku bersedia sekali menjadi tukang foto untuk mereka dan aku senang (dalam bahasa profesional, jabatan tukan foto yang keren ini boleh disebut : Photographer – Tentu saja kamu sudah tahu itu)


Stasiun Manggarai

Dari Stasiun perjumpaan kami, aku mengajak TM menikmati rasa menaiki Commuterline, rencana nya kami akan turun di Stasiun Sudirman, tapi tunggu dulu, aku menawari TM untuk turun di Stasiun Manggarai dahulu, karena bagiku stasiun ini Photogenic, Instagramable, atau apalah sebutan istilah kekinian nya. 

Manggarai juga sering muncul di film-film tanah air, Salah satu yang terkenal misalnya film Horor "Kereta Hantu Manggarai" Maka dari itu Manggarai wajib disinggahi. Aku mengajak TM turun disini dan mengambil beberapa Foto.

kereta hantu manggarai
Bersama lokomotif Tua di Stasiun Manggarai

Selepas dari Manggarai, kami beranjak naik kereta lagi menuju ke pusat kota dan turun di Stasiun Sudirman untuk melihat gedung-gedung tinggi menjulang yang keberadaan nya tidak dapat ditemukan dikampung halaman TM apalagi di kapung halaman ku. 

Sebut saja wisata gedung
Mendung yang sedari tadi mengintip di puncak langit kini mulai meneteskan gerimis-gerimis nya. Tampa payung dan jas hujan kami go a head menerobos gerimis dan memberantas genangan air remeh temeh di trotoar.

sambil berjalan kami berbagi cerita, Sesekali aku tertawa mendengarkan cerita-cerita hentah hapah dari TM. KOPAJA yang eksistensi nya hanya ada di Jakarta sesekali mengelabui perjalan kami. Hingga akhirnya kami sampai ke Bundaran HI. Aku mengambilkan beberapa foto untuk TM disini.

bundaran hi
TM sampai di Bundaran HI

Genangan-genangan air hujan di pinggir jalan harus kami hindari jika tidak mau kecipratan oleh lindasan KOPAJA yang terkenal “ganas” dijalanan. Setelah melewati Bundaran HI aku dan TM duduk (TIDAK BERMESRAAN! INGAT ITU!) di kursi-kursi urban yang cantik ini sambil memantau situasi siapa tahu ada akhwat yang curi-curi pandang ke arah taman (bukan curi-curi pandang ke kami) Apa istimewanya orang udik di mata cewek-cewek kota? haha


Noungkrong di taman siapa tahu jumpa ulet bulu...
Mendapatkan kenyataan bahwa peluang untuk di lirik akhwat-akhwat kecil adanya, kami hijrah dari tempat yang cantik ini melanjutkan perjalan kaki di trotoar Ibu Kota.
ku berjalan terus tampa henti
dan dia pun kini telah pergi
ku berdoa di tengah indah dunia
lagu Nidji diatas agaknya cocok dijadikan soundtrack perjalanan kami karena kami terus berjalan nyaris tampa henti. (padahal baru aja berhenti).

Tidak jauh dari situ, mata photographer amatir ku menangkap moment yang bagus untuk dipotret saat sekelompok pria muda yang sepertinya expatriat dari Hong Kong, Korea, atau entah mana itu. berjalan melewati kami.


contoh photography human interest
cocokkah foto ini masuk dalam katagori photography Human Interest, kawan?  
Sendi-sendi tua mulai gemeratak, tenggorokan ku haus, keringat mulai membanjiri baju ku. kami harus tetap berjalan mengejar waktu yang kian menyempit. Atas nama penjelajahan dan (ilmu pengetahuan???) kami melanjutkan perjalanan menuju Monas, tempat paling mashyur, monumen paling iconic di Jakarta itu.

Sampai akhirnya kami bertemu dengan kawanan kuda.

Setelah masuk di komplek Monas, kami mencoba teknik berfoto yang anti mainstream, agar rasa foto kami jadi berbeda dan lebih berkesan. Dua foto dibawah ini, adalah hasilnya...

gaya berfoto di monas
Foto Anti-Mainstream  di Monas
Bumi mengalami perubahan kemiringan
***

  • Manggarai (ƴ check)
  • Sudirman (ƴ check) 
  • Bundaran Hi (ƴ check) 
  • Monas (ƴ check) 


Masjid Istiqlal

Kini, saatnya kami melanjutkan safari menuju tempat bernuansa relijius bernama mashur, tempat indah nan sejuk untuk bersimpuh kepada NYA, Menunaikan Sholat Zuhur, dan melafalkan munajat di Masjid Istiqlal, Masjid yang megah. 
Masjid Istiqlal Jakarta

Badan yang kelelahan akibat berjalan jauh, wajah yang bersimbah keringat, otot-otot yang mengeras, urat-urat kaki yang kaku kembali melemas saat aku berwudhu, Badan kembali segar, lelah perjalanan tadi seperti lenyap di sentuh keajaiban wudhu. Setelah Sholat kami beristirahat sebentar dan tak lupa mengambil foto dan memamerkan sarung tua yang kami bawa supaya terkesan santri. Padahal bukan santri.






*Bersambung.....*




Akhirnya Sampai Juga ke Candi Borobudur

Seumur-umur, saya baru pertama kali datang ke Candi Borobudur. walaupun panas, tapi saya suka tempat ini. 

Waktu saya masih SD, ada teman yang pulang ke Jawa, disekolah dia senantiasa bercerita tentang candi Borobudur kepada saya dan teman-teman. Saya suka mendengar ceritanya. Nasib baik menghampiri, ternyata puluhan tahun setelah cerita itu saya berkesempatan mengunjungi candi ini dan menyentuhnya dengan tangan sendiri.

Bahkan, dari Jogja saya sudah merencanakan bakalan ngapain aja di stupa Candi, salah satu nya adalah saya merencanakan berfoto seperti ini dan membuat caption foto “ memeluk Indonesia”. Saya benar-benar melakuakn nya. hihihii.

Ternyata candi Borobudur itu besar sekali, dari jauh bentuknya seperti gunung, Taman-taman di sekitarnya juga asri.



Candi ini diperkirankan di bangun sekitar tahun 800-an Masehi, di era wangsa syailendra. Lihatlah betapa lama nya itu, sungguh menakjubkan bangunan ini masih kokoh hingga sekarang.

Cagar Budaya sekaligus Mahakarya Seni Rupa

Karena saya juga suka dengan Seni rupa, melihat ukiran patung-patung di dinding candi saya takjub. Walaupun karya ini di ciptakan orang orang di masa lampau, namun rasa seninya sangat luar biasa.


Menurut Wikipedia dinding Borobudur dihiasi setidaknya 2.672 panel relief. Borobudur juga fikenal sebagai cagar budaya yang memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Disini saya juga melihat banyak patung-patung dewa dan tentu saja patung Budha.

Untuk kenang-kenangna pernah ke Borobudur, saya sempat mengambil foto di dekat salah satu patung Budha nya.


Pada akhirnya saya merenung, kenapa orang jaman dahulu berniat membuat karya sebesar ini, membuat patung-patung sebanyak ini tentu butuh effort yang sangat besar.

Saya yakin di jaman dahulu membuat bagunan dan karya seni sekeren ini pasti tak luput dari korban jiwa. Menyusuri koridor-koridor budaya, melewati stupa-stupa yang indah, disetiap langkah itu saya mengugurkan rasa takjub di setiap langkahan kaki.
Hingga akhirnya saya sampai ke candi yang satu lagi, Prambanan….

Magelang, 2016

Menikmati Sensasi Pertama Datang ke Jogja

Stasiun Kereta Lempuyangan 10 September 2016


Perjalanan seharian kami yang melelahkan akhirnya sampai di titik nadir, stasiun Lempuyangan adalah tujuan terakhir kami, beberapa kali aku mengerjapkan mata, seolah-olah yang ku lihat adalah ilusi, Aku ada di Jogja !

Jogjakarta kota budaya yang indah mengundang kami untuk liburan disini. Bagiku, sampai ke Jogja merupakan kebahagiaan tersendiri.


Aku menarik napas dalam-dalam begitu keluar dari gerbong kereta, ku luruskan kaki yang berjam-jam terperangkap di kereta ekonomi. kurasakan udara malam jogja yang dingin masuk ke paru-paru ku. ah, udara Jogja, seperti ini rasanya udara Jogja.

Tak jemu-jemu aku memandanggi arsitektur staiun kereta Lempuyangan, magis, mistis, dan kental sejarah. kulihat jam di hape 19.51 pm. Tidak terlalu malam.

aku dan teman-teman segera menghambur keluar stasiun untuk mencari penginapan yang sudah kami pesan saat diperjalanan tadi, susah betul mencari hotel yang dekat dengan Malioboro jika liburan begini, semuanya penuh, tapi untungnya kami dapat satu. Dan tidak terlalu jauh dengan Malioboro.

Badan lelah rasanya hilang ketika sampai di Jogja, kebetulan malam ini adalah malam minggu, di sepanjang jalan malioboro membludak manusia-manusia, kami bergegas ke penginapan untuk mandi dan sholat isya agar bisa segera menikmati Jogjakarta malam hari.

Tak usah berlama-lama di penginapan, karena itu bisa membuang waktu, setelah semua nya beres kami merayapi trotoar di jalan malioboro dan mencoba mampir ke salah satu lesehan nya. Disini aku menelpon ayah dan ibuku, aku katakan kebeliau bahwa aku sampai ke Jogja, ku janjikan mereka akan ku belikan oleh-oleh dari jogja. mendengar itu mereka senang.

Lesehan yang sambelnya pedes

Apa kata pohon Waru jika sampai ke Jogja tapi tidak makan Gudeg? hehehe... ku pesanlag seporsi gudeg dan satu teko teh poci dengan gula batu di lesehan ini, teman-teman mesen macem-macem. Si Nawier entah mesen menu apa yang jelas sambel nya pedes banget. lidah ku meledak...! pedes banget..

Penampakan Lesehan nya


Farhan menelan makanan dengan enzim selusase nya
Nawier membolehkan aku mencicipi sambel yang dia pesan, lalu aku menggelepar.

setelah mengisi perut yang kelaparan, kamipun bergegas meuju patung tugu, salah satu episentrum dan daya tarik wisatawan ada disini

Mirip tugu Simpang lima di Banda Aceh, Ya?!




Tentu saja, dengan gaya yang norak, kami tidak melewatkan untuk berfoto di jalan Malioboro. Sebuah jalan yang fenomenal.




Setelah puas menjelajah malioboro, besok nya, kami ke Borobudur.

Nomor Rekening Bantuan untuk Gempa Aceh | Pidie Jaya | #PrayforAceh

"Ri, di Aceh ada gempa tu..."
"Itu deket sama rumah mu?"
"Bagaimana yang di kampun?"

Salah satu bangunan yang rubuh
(Foto : PKPU Aceh)


Itu sepenggal pertanyaan dari rekan2 di tempat kerja pagi ini.


Innalillahi wa innailaihi roji'uun.

Semoga saudara-saudara kami tabah menghadapi ujian ini.

Bagi rekan-rekan pengunjung blog yang ingin berbagi kebaikan dan berbagi rejeki. Saya teruskan informasi dari rekan-rekan saya tentang dimana harus menyalurkan bantuan jika ingin bersedekah membantu korban gempa di Aceh.



1. Aksi Cepat Tanggap (ACT)
Bni syariah : 0270360372
Bank mandiri : 1010004802482


2. Rumah Zakat
Bank mandiri : 1320004819745
Bank BNI : 155 555 5589
Konfirmasi donasi melalui whatsapp/sms di : 081573001555


3. Dompet Dhuafa
Bank Mandiri : 1010006475733
BCA : 2373047171
Whatsapp : 08121292528



Semoga bantuan sekecil kecilnya dari Pengunjung blog ini menjadi catatan amal yang Anda nikmati di akhirat kelak.

Aamiin...



Ada Punggung yang Bercerita Didalam Kereta

Ada sedikit hal berbeda pagi ini di dalam gerbong kereta dalam perjalanan menuju stasiun Duri.

Seorang penumpang mengenakan kaos yang sangat unik. Dia berdiri di depan ku, dipunggung nya tertulis berparagraf-paragraf cerita Mahabharata. Sebuah kisah tentang Pandawa Lima.

Mata ku terjerat di punggung yang bercerita itu sampai stasiun Duri.





Enggak masuk-masuk

Mau login tapi enggak masuk-masuk.

(Sepertinya) Aku Kalah Dalam Beberapa Detik

Disela-sela jualan aku main hape untuk membunuh rasa bosan yang sedang menyerang.

Putar musik, buka facebook, buka twitter, tutup lagi, buka path, buka instagram.

Nah! Di sesi instagram ini ada yang seru. Saat scroll2 timeline, ada kuis seru yang diadakan Telkom Indonesia



Siapa yang cepet jawab dengan tepat maka akan dapet hadiah voucer 200k! Waow, gampang banget!

Saat ngeliat yang komen baru 4 orang..! Wah kesempatan emas nih. Pikir saya.
Langsung dah saya komen... Pas mau nyelesaiin hastag.

"Bang, beli satu bang..."

Saya noleh kesamping ada pelanggan yang datang. Aaaahhh... Hastag dikit lagi, tapi karena saya *ehm* Profesional dengan profesi pedagang. Maka saya layanilah pelanggan saya sebentar.

Sembari memproses pesanan pelanggan saya pergi kebelakang, ngumpet buat nyelesain hastag nya. *Ehm* mana profesionalisme nya mas? Anda bertanya...

Saya publis deh komen saya itu. Yes urutan kelima ! Peluang nya gede pikir saya.

Sayapun membayangkan betapa menyenangkan nya mendapat voucher 200k hanya modal komen doang. Hihihi.

Eh, taunya pas instagram di refresh, komen ane ngak di urutan 5 tapi 7 atau 8 gitu dah, telat beberapa menit doang gan...! Tapi taudah itu bakalan menag apa ngak... Hihih







Bank BCA di Sisi Anak Kos

Ada >> m-BCA

Sekarang di Jakarta lagi musim hujan, jadi males kemana-mana kalau bukan urusan yang penting. Lebih enak berselimut tebal, menulis, nonton film, atau baca buku dan nyeduh mie instant. *Srupuut...*

Hidup di Jakarta rasanya jauh lebih mudah kalau tidak kaku berinteraksi dengan teknologi. Segala macam hiruk-pikuk aktifitas manusia kini terpapar teknologi. Uang sebagai alat pembayaran kini pun ada dalam bentuk digital.


Uang digital + Smartphone + Internet = Kemudahan. Ya, setidak nya itulah yang saya rasakan saat ini. Tapi beneran nih, awalnya sebelum menulis tulisan ini saya tidak sadar loh, ternyata aktifitas saya sehari-hari sebagai anak kosan banyak dibantu oleh produk Bank BCA.



Pakai m-BCA, Seperti Ada Mesin ATM Dalam Genggaman

Biasanya setiap bulan saya memisahkan gaji di post pasing-masing. Misalnya untuk biaya hidup bulanan (transport, makan, pulsa, kebutuhan bulanan, dll) biasanya saya letakkan di Tabungan Tahapan Xpresi BCA saya yang sudah integrated dengan aplikasi m-BCA


#BUAT BELI PAKET INTERNET

Paket internet sudah menjadi kebutuhan bulanan yang paling sering saya beli menggunakan aplikasi m-BCA. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan. Semenjak memakai aplikasi m-BCA, kapanpun paket internet saya habis. Sekarang sudah gampang, saya tidak perlu lagi jalan jauh2 ke counter hape untuk beli pulsa. Apalagi sekarang lagi musim hujan, tinggal buka aplikasi, klak-klik sana sini, selesai.



#MENU ANDALAN > TRANSFER

Menu ini esensial banget bagi saya, jika suatu saat dalam keadaan medadak adik di kampung minta uang, saya tidak direpotkan harus pergi ke ATM dulu. tinggal sentuh m-BCA.



#BUAT KEAMANAN

Dibagian ini saya pengen cerita sedikit ya tentang pengalaman salah satu teman saya yang kartu ATM nya terjatuh, tak lama kemudian dia dapet telpon dari costumer care bahwa ada transaksi mencurigakan di rekeningnya. singkat cerita kartu ATM dia yang terjatuh tadi kebobolan, untungnya uang nya cuma seratusan ribu. 

Dari kejadian ini kita bisa lebih hati-hati lagi dengan kartu ATM kita, namun seandainya suatu saat kartu ATM mu jatuh atau hilang. Kamu bisa menggunakan fasilitas m-BCA ini. Kamu pindahin langsung saja semua dana di ATM yang hilang itu ke rekening sekunder atau ke rekening keluarga atau teman. Dengan aplikasi seperti m-BCA ini. Usaha preventive ini bisa dilakukan dengan cepat.  



Flazz BCA - Tempel dan Jalan 

Setiap pagi saya harus menyesuaikan jam berangkat kerja dengan jadwal kereta commuter line. Lambat sedikit bisa gawat! resikonya saya harus naik kereta jadwal berikutnya, selisih waktunya bisa sekitar 15 menit. Kalau sudah begini biasanya saya telat datang ke kantor. :'(

Suatu pagi saya pernah terburu-buru, saya lari-lari dari kosan karena jadwal kereta sudah mepet banget. Syukurlah, saya merasa senang karena saat sampai di stasiun, kereta sesaat lagi (sekitar 30 detik lagi) tiba di peron. Dengan buru-buru saya menuju loket untuk membeli tiket.



WHATS!!!


Saya terkejut, ternyata antriannya panjaaaaang! Rasanya tidak sabar menunggu antrian, akhirnya kereta nyampe stasiun, turun naik penumpang dan langsung cabut. Sementara saya masih nyangkut di antrian loket. 



"haaaahhhh... coba saya punya kartu yang tinggal tempel itu..." Jerit hati saya.
---*---

Namun, itu hanyalah kisah dahulu, sekarang saya sudah punya kartu multi trip Flazz BCA yang tinggal tempel dan jalan tampa perlu saban waktu ke loket, ya karena pengisian top-up flazz BCA nya juga bisa di mesin ATM. 


Kartu Flazz BCA ini rupanya selain bisa buat bayar kereta, juga bisa buat busway. Ok Juga...! Nah, biasanya nih yang paling ngasikin, yaitu pas ulang tahun BCA. Biasanya tarif naik kereta dan busway jadi 1 rupiah. Mau muter-muter Jakarta bisa dah itu. 


Untuk pengecekan saldo juga gampang, bagi smartphone yang ada fasilitas NFC nya, gak perlu datang ke stasiun atau halte busway kalau mau ngecek saldo. tinggal tempel dan tuiiing....! muncul dah..


Seperti kartu Flazz BCA saya yang isinya tinggal ceban ini. Hihihihi....





Si Kartu Keren Mentereng - Tahapan Xpresi


#XPRESI LEBIH HEMAT

Saya Pake Tahapan Xpresi BCA karena Hemat dan kartunya keren. ya! hemat adalah orientasi anak kos, hehehe... Biaya ADM tabungan Tahapan Xpresi tergolong terjangkau, yaitu cuma Rp. 5000,- per bulan.


#BUAT BELANJA BULANAN

Untuk aktifitas pengambilan uang dan berbelanja bulanan di Minimarket, Andalan saya adalah fasilitas debit BCA yang ternyata ada di Tahapan Xpresi. kalau sudah akhir bulan dimana sabun-sabun udah pada habis, bareng-bareng temen kosan kami belanja ke minimarket. Bayarnya ya pake Debit BCA.


#KARTUNYA KEREN

Bagi sebagian orang, khususnya anak muda, grafis dan gambar tertentu jadi daya tarik tersendiri karena terkadang bisa menununjukkan karakter seseorang. Kartu tahapan Xpresi ini banyak varian nya, mulai djiwa musik, olahraga, traveler dll. Kalau kamu follower akun Instagram @GoodlifeBCA pasti kamu udah tahu desain-desain keren kartu Tahapan Xpresi.

Salah satu varian kartu Tahapan Xpresi bertema Halloween
Sumber : IG @GoodlifeBCA
Nah, inilah produk-produk Bank BCA yang saya gunakan setiap bulan nya sebagai anak kos. Kamu pasti punya salah satu produk BCA juga kan? 
berpartisipasi dalam "My BCA Experience" Blog Competition