AI Ternyata Bukan Buat Orang “Jago Teknologi”
Saja Dulu saya termasuk orang yang menganggap AI itu ribet. Keliatannya keren memang, tapi rasanya seperti teknologi yang hanya dipakai programmer, engineer, atau orang-orang yang sangat teknis. Sampai akhirnya saya mulai mencoba sendiri. Awalnya cuma iseng. Saya penasaran kenapa belakangan hampir semua orang membahas AI. Mulai dari content creator, pekerja remote, sampai freelancer. Saya pikir: “Memangnya bakal sepengaruh itu ya?” Ternyata setelah dicoba pelan-pelan, saya mulai mengerti kenapa banyak orang mulai memasukkan AI ke workflow harian mereka. Bukan karena AI bisa menggantikan semuanya. Tetapi karena AI bisa mengurangi pekerjaan kecil yang melelahkan. Hal Kecil yang Ternyata Sangat Membantu Saya bukan orang yang memakai AI untuk hal-hal rumit. Justru kebanyakan yang saya lakukan cukup sederhana. Contohnya: * membantu mencari ide tulisan, * merangkum artikel panjang, * membuat draft awal, * membantu menyusun checklist, * s...