Menjamu TM : Sang Penyiar yang Melancong

0
Mau kemana kamu kalau ke Prancis? Menara Eifel sepertinya oke, kata mu. Mau kemana kamu kalo ke Papua? Raja Ampat boleh juga tuh, pilih mu. Mau kemana TM kalau ke Jakarta? inilah perjalan yang kami pilih…
*** 

Menjelajah, adalah salah satu naluri manusia. Ia menggerakkan hati Colombus untuk "mengobrak abrik" samudra. Melahirkan karya "Imago Mundi" yang sarinya diperas dari perjalanan Marco Polo. Penjelahan selalu meledakkan tantangan, keseruan dan kisah yang kemungkinan besar membekas dihati.

TM, teman ku sang penyiar radio, berhasrat menjelajah. Menjelajah Jakarta dalam keterbatasan waktu yang amat sempit. Kemana aku mengajak nya? inilah perjalanan kami.


Turis lokal modal dengkul - Pejalan Kaki

Jauh-jauh hari, TM sudah memberi kabar bahwa dia akan datang ke Jakarta untul liburan.  Pada Hari “H” melalui whatsapp dan BBM kami menyusun rencana untuk ketemuan di salah-satu stasiun kereta dekat Depok. Karena bertahun-tahun tak bertemu, aku ingin memberi kejutan. Saat tiba di Stasiun, aku mengendap-ngendap seperti kucing ingin memangsa burung gereja dibalik rumput. 

Rupanya TM belum masuk ke stasiun, dia celingukan didekat pintu gate. Dengan strategi tengik, aku masih mengendap-ngendap mendekatinya, dan pada jarak yang ideal, aku berdiri mematung.

Aku diam saja disana sembari senyum-senyum melihatnya, dia masih celingukan tak menyadari keberadaan ku. Aku biarkan saja dia disana sampai dia menyadari ternyata yang nama Zahri sudah jadi patung dengan bibir yang dari tadi menahan tawa. TM sumringah melihat ku.
Sialan, uda di situ aja ni anak. Mungkin itu yang terbesit dihatinya.
Saat itu TM beum menikah, gaya pakaiannya masih sama seperti dahulu, casual dan SUPERRRRR santai dengan tas ransel yang terkesan tidak mau lepas dari punggungnya. Ya ampuun tas itu, dari jaman aku masih di Banda Aceh sampai sekarang masih awet aja. 

Wajah TM juga masih seperti dahulu, tidak berubah mirip ultramen. masih otentik seperti TM yang dulu. Sehari sebelumnya aku menawarkan TM untuk mengelilingi Jakarta dengan berjalan kaki. mengunjungi tempat-temapat yang ku anggap Jakarta able.

“widiih oke juga tu cuy…” kata TM menjawab ide yang beresiko menyebabkan nyeri sendi itu.

Siapapun teman-teman ku yang datang kesini, aku selalu berusaha agar mereka mendapatkan oleh-oleh yang berkesan. Foto adalah salah satu kenang-kenangan sederhana yang mengesankan, maka jika teman-teman datang kemari otomatis aku bersedia sekali menjadi tukang foto untuk mereka dan aku senang (dalam bahasa profesional, jabatan tukan foto yang keren ini boleh disebut : Photographer – Tentu saja kamu sudah tahu itu)


Stasiun Manggarai

Dari Stasiun perjumpaan kami, aku mengajak TM menikmati rasa menaiki Commuterline, rencana nya kami akan turun di Stasiun Sudirman, tapi tunggu dulu, aku menawari TM untuk turun di Stasiun Manggarai dahulu, karena bagiku stasiun ini Photogenic, Instagramable, atau apalah sebutan istilah kekinian nya. 

Manggarai juga sering muncul di film-film tanah air, Salah satu yang terkenal misalnya film Horor "Kereta Hantu Manggarai" Maka dari itu Manggarai wajib disinggahi. Aku mengajak TM turun disini dan mengambil beberapa Foto.

kereta hantu manggarai
Bersama lokomotif Tua di Stasiun Manggarai

Selepas dari Manggarai, kami beranjak naik kereta lagi menuju ke pusat kota dan turun di Stasiun Sudirman untuk melihat gedung-gedung tinggi menjulang yang keberadaan nya tidak dapat ditemukan dikampung halaman TM apalagi di kapung halaman ku. 

Sebut saja wisata gedung
Mendung yang sedari tadi mengintip di puncak langit kini mulai meneteskan gerimis-gerimis nya. Tampa payung dan jas hujan kami go a head menerobos gerimis dan memberantas genangan air remeh temeh di trotoar.

sambil berjalan kami berbagi cerita, Sesekali aku tertawa mendengarkan cerita-cerita hentah hapah dari TM. KOPAJA yang eksistensi nya hanya ada di Jakarta sesekali mengelabui perjalan kami. Hingga akhirnya kami sampai ke Bundaran HI. Aku mengambilkan beberapa foto untuk TM disini.

bundaran hi
TM sampai di Bundaran HI

Genangan-genangan air hujan di pinggir jalan harus kami hindari jika tidak mau kecipratan oleh lindasan KOPAJA yang terkenal “ganas” dijalanan. Setelah melewati Bundaran HI aku dan TM duduk (TIDAK BERMESRAAN! INGAT ITU!) di kursi-kursi urban yang cantik ini sambil memantau situasi siapa tahu ada akhwat yang curi-curi pandang ke arah taman (bukan curi-curi pandang ke kami) Apa istimewanya orang udik di mata cewek-cewek kota? haha


Noungkrong di taman siapa tahu jumpa ulet bulu...
Mendapatkan kenyataan bahwa peluang untuk di lirik akhwat-akhwat kecil adanya, kami hijrah dari tempat yang cantik ini melanjutkan perjalan kaki di trotoar Ibu Kota.
ku berjalan terus tampa henti
dan dia pun kini telah pergi
ku berdoa di tengah indah dunia
lagu Nidji diatas agaknya cocok dijadikan soundtrack perjalanan kami karena kami terus berjalan nyaris tampa henti. (padahal baru aja berhenti).

Tidak jauh dari situ, mata photographer amatir ku menangkap moment yang bagus untuk dipotret saat sekelompok pria muda yang sepertinya expatriat dari Hong Kong, Korea, atau entah mana itu. berjalan melewati kami.


contoh photography human interest
cocokkah foto ini masuk dalam katagori photography Human Interest, kawan?  
Sendi-sendi tua mulai gemeratak, tenggorokan ku haus, keringat mulai membanjiri baju ku. kami harus tetap berjalan mengejar waktu yang kian menyempit. Atas nama penjelajahan dan (ilmu pengetahuan???) kami melanjutkan perjalanan menuju Monas, tempat paling mashyur, monumen paling iconic di Jakarta itu.

Sampai akhirnya kami bertemu dengan kawanan kuda.

Setelah masuk di komplek Monas, kami mencoba teknik berfoto yang anti mainstream, agar rasa foto kami jadi berbeda dan lebih berkesan. Dua foto dibawah ini, adalah hasilnya...

gaya berfoto di monas
Foto Anti-Mainstream  di Monas
Bumi mengalami perubahan kemiringan
***

  • Manggarai (ƴ check)
  • Sudirman (ƴ check) 
  • Bundaran Hi (ƴ check) 
  • Monas (ƴ check) 


Masjid Istiqlal

Kini, saatnya kami melanjutkan safari menuju tempat bernuansa relijius bernama mashur, tempat indah nan sejuk untuk bersimpuh kepada NYA, Menunaikan Sholat Zuhur, dan melafalkan munajat di Masjid Istiqlal, Masjid yang megah. 
Masjid Istiqlal Jakarta

Badan yang kelelahan akibat berjalan jauh, wajah yang bersimbah keringat, otot-otot yang mengeras, urat-urat kaki yang kaku kembali melemas saat aku berwudhu, Badan kembali segar, lelah perjalanan tadi seperti lenyap di sentuh keajaiban wudhu. Setelah Sholat kami beristirahat sebentar dan tak lupa mengambil foto dan memamerkan sarung tua yang kami bawa supaya terkesan santri. Padahal bukan santri.






*Bersambung.....*




Akhirnya Sampai Juga ke Candi Borobudur

0
Seumur-umur, saya baru pertama kali datang ke Candi Borobudur. walaupun panas, tapi saya suka tempat ini. 

Waktu saya masih SD, ada teman yang pulang ke Jawa, disekolah dia senantiasa bercerita tentang candi Borobudur kepada saya dan teman-teman. Saya suka mendengar ceritanya. Nasib baik menghampiri, ternyata puluhan tahun setelah cerita itu saya berkesempatan mengunjungi candi ini dan menyentuhnya dengan tangan sendiri.

Bahkan, dari Jogja saya sudah merencanakan bakalan ngapain aja di stupa Candi, salah satu nya adalah saya merencanakan berfoto seperti ini dan membuat caption foto “ memeluk Indonesia”. Saya benar-benar melakuakn nya. hihihii.

Ternyata candi Borobudur itu besar sekali, dari jauh bentuknya seperti gunung, Taman-taman di sekitarnya juga asri.



Candi ini diperkirankan di bangun sekitar tahun 800-an Masehi, di era wangsa syailendra. Lihatlah betapa lama nya itu, sungguh menakjubkan bangunan ini masih kokoh hingga sekarang.

Cagar Budaya sekaligus Mahakarya Seni Rupa

Karena saya juga suka dengan Seni rupa, melihat ukiran patung-patung di dinding candi saya takjub. Walaupun karya ini di ciptakan orang orang di masa lampau, namun rasa seninya sangat luar biasa.


Menurut Wikipedia dinding Borobudur dihiasi setidaknya 2.672 panel relief. Borobudur juga fikenal sebagai cagar budaya yang memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Disini saya juga melihat banyak patung-patung dewa dan tentu saja patung Budha.

Untuk kenang-kenangna pernah ke Borobudur, saya sempat mengambil foto di dekat salah satu patung Budha nya.


Pada akhirnya saya merenung, kenapa orang jaman dahulu berniat membuat karya sebesar ini, membuat patung-patung sebanyak ini tentu butuh effort yang sangat besar.

Saya yakin di jaman dahulu membuat bagunan dan karya seni sekeren ini pasti tak luput dari korban jiwa. Menyusuri koridor-koridor budaya, melewati stupa-stupa yang indah, disetiap langkah itu saya mengugurkan rasa takjub di setiap langkahan kaki.
Hingga akhirnya saya sampai ke candi yang satu lagi, Prambanan….

Magelang, 2016

Menikmati Sensasi Pertama Datang ke Jogja

0

Stasiun Kereta Lempuyangan 10 September 2016


Perjalanan seharian kami yang melelahkan akhirnya sampai di titik nadir, stasiun Lempuyangan adalah tujuan terakhir kami, beberapa kali aku mengerjapkan mata, seolah-olah yang ku lihat adalah ilusi, Aku ada di Jogja !

Jogjakarta kota budaya yang indah mengundang kami untuk liburan disini. Bagiku, sampai ke Jogja merupakan kebahagiaan tersendiri.


Aku menarik napas dalam-dalam begitu keluar dari gerbong kereta, ku luruskan kaki yang berjam-jam terperangkap di kereta ekonomi. kurasakan udara malam jogja yang dingin masuk ke paru-paru ku. ah, udara Jogja, seperti ini rasanya udara Jogja.

Tak jemu-jemu aku memandanggi arsitektur staiun kereta Lempuyangan, magis, mistis, dan kental sejarah. kulihat jam di hape 19.51 pm. Tidak terlalu malam.

aku dan teman-teman segera menghambur keluar stasiun untuk mencari penginapan yang sudah kami pesan saat diperjalanan tadi, susah betul mencari hotel yang dekat dengan Malioboro jika liburan begini, semuanya penuh, tapi untungnya kami dapat satu. Dan tidak terlalu jauh dengan Malioboro.

Badan lelah rasanya hilang ketika sampai di Jogja, kebetulan malam ini adalah malam minggu, di sepanjang jalan malioboro membludak manusia-manusia, kami bergegas ke penginapan untuk mandi dan sholat isya agar bisa segera menikmati Jogjakarta malam hari.

Tak usah berlama-lama di penginapan, karena itu bisa membuang waktu, setelah semua nya beres kami merayapi trotoar di jalan malioboro dan mencoba mampir ke salah satu lesehan nya. Disini aku menelpon ayah dan ibuku, aku katakan kebeliau bahwa aku sampai ke Jogja, ku janjikan mereka akan ku belikan oleh-oleh dari jogja. mendengar itu mereka senang.

Lesehan yang sambelnya pedes

Apa kata pohon Waru jika sampai ke Jogja tapi tidak makan Gudeg? hehehe... ku pesanlag seporsi gudeg dan satu teko teh poci dengan gula batu di lesehan ini, teman-teman mesen macem-macem. Si Nawier entah mesen menu apa yang jelas sambel nya pedes banget. lidah ku meledak...! pedes banget..

Penampakan Lesehan nya


Farhan menelan makanan dengan enzim selusase nya
Nawier membolehkan aku mencicipi sambel yang dia pesan, lalu aku menggelepar.

setelah mengisi perut yang kelaparan, kamipun bergegas meuju patung tugu, salah satu episentrum dan daya tarik wisatawan ada disini

Mirip tugu Simpang lima di Banda Aceh, Ya?!




Tentu saja, dengan gaya yang norak, kami tidak melewatkan untuk berfoto di jalan Malioboro. Sebuah jalan yang fenomenal.




Setelah puas menjelajah malioboro, besok nya, kami ke Borobudur.

Nomor Rekening Bantuan untuk Gempa Aceh | Pidie Jaya | #PrayforAceh

0
"Ri, di Aceh ada gempa tu..."
"Itu deket sama rumah mu?"
"Bagaimana yang di kampun?"

Salah satu bangunan yang rubuh
(Foto : PKPU Aceh)


Itu sepenggal pertanyaan dari rekan2 di tempat kerja pagi ini.


Innalillahi wa innailaihi roji'uun.

Semoga saudara-saudara kami tabah menghadapi ujian ini.

Bagi rekan-rekan pengunjung blog yang ingin berbagi kebaikan dan berbagi rejeki. Saya teruskan informasi dari rekan-rekan saya tentang dimana harus menyalurkan bantuan jika ingin bersedekah membantu korban gempa di Aceh.



1. Aksi Cepat Tanggap (ACT)
Bni syariah : 0270360372
Bank mandiri : 1010004802482


2. Rumah Zakat
Bank mandiri : 1320004819745
Bank BNI : 155 555 5589
Konfirmasi donasi melalui whatsapp/sms di : 081573001555


3. Dompet Dhuafa
Bank Mandiri : 1010006475733
BCA : 2373047171
Whatsapp : 08121292528



Semoga bantuan sekecil kecilnya dari Pengunjung blog ini menjadi catatan amal yang Anda nikmati di akhirat kelak.

Aamiin...



Ada Punggung yang Bercerita Didalam Kereta

0
Ada sedikit hal berbeda pagi ini di dalam gerbong kereta dalam perjalanan menuju stasiun Duri.

Seorang penumpang mengenakan kaos yang sangat unik. Dia berdiri di depan ku, dipunggung nya tertulis berparagraf-paragraf cerita Mahabharata. Sebuah kisah tentang Pandawa Lima.

Mata ku terjerat di punggung yang bercerita itu sampai stasiun Duri.





(Sepertinya) Aku Kalah Dalam Beberapa Detik

0
Disela-sela jualan aku main hape untuk membunuh rasa bosan yang sedang menyerang.

Putar musik, buka facebook, buka twitter, tutup lagi, buka path, buka instagram.

Nah! Di sesi instagram ini ada yang seru. Saat scroll2 timeline, ada kuis seru yang diadakan Telkom Indonesia



Siapa yang cepet jawab dengan tepat maka akan dapet hadiah voucer 200k! Waow, gampang banget!

Saat ngeliat yang komen baru 4 orang..! Wah kesempatan emas nih. Pikir saya.
Langsung dah saya komen... Pas mau nyelesaiin hastag.

"Bang, beli satu bang..."

Saya noleh kesamping ada pelanggan yang datang. Aaaahhh... Hastag dikit lagi, tapi karena saya *ehm* Profesional dengan profesi pedagang. Maka saya layanilah pelanggan saya sebentar.

Sembari memproses pesanan pelanggan saya pergi kebelakang, ngumpet buat nyelesain hastag nya. *Ehm* mana profesionalisme nya mas? Anda bertanya...

Saya publis deh komen saya itu. Yes urutan kelima ! Peluang nya gede pikir saya.

Sayapun membayangkan betapa menyenangkan nya mendapat voucher 200k hanya modal komen doang. Hihihi.

Eh, taunya pas instagram di refresh, komen ane ngak di urutan 5 tapi 7 atau 8 gitu dah, telat beberapa menit doang gan...! Tapi taudah itu bakalan menag apa ngak... Hihih







Bank BCA di Sisi Anak Kos

0
Ada >> m-BCA

Sekarang di Jakarta lagi musim hujan, jadi males kemana-mana kalau bukan urusan yang penting. Lebih enak berselimut tebal, menulis, nonton film, atau baca buku dan nyeduh mie instant. *Srupuut...*

Hidup di Jakarta rasanya jauh lebih mudah kalau tidak kaku berinteraksi dengan teknologi. Segala macam hiruk-pikuk aktifitas manusia kini terpapar teknologi. Uang sebagai alat pembayaran kini pun ada dalam bentuk digital.


Uang digital + Smartphone + Internet = Kemudahan. Ya, setidak nya itulah yang saya rasakan saat ini. Tapi beneran nih, awalnya sebelum menulis tulisan ini saya tidak sadar loh, ternyata aktifitas saya sehari-hari sebagai anak kosan banyak dibantu oleh produk Bank BCA.



Pakai m-BCA, Seperti Ada Mesin ATM Dalam Genggaman

Biasanya setiap bulan saya memisahkan gaji di post pasing-masing. Misalnya untuk biaya hidup bulanan (transport, makan, pulsa, kebutuhan bulanan, dll) biasanya saya letakkan di Tabungan Tahapan Xpresi BCA saya yang sudah integrated dengan aplikasi m-BCA


#BUAT BELI PAKET INTERNET

Paket internet sudah menjadi kebutuhan bulanan yang paling sering saya beli menggunakan aplikasi m-BCA. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan. Semenjak memakai aplikasi m-BCA, kapanpun paket internet saya habis. Sekarang sudah gampang, saya tidak perlu lagi jalan jauh2 ke counter hape untuk beli pulsa. Apalagi sekarang lagi musim hujan, tinggal buka aplikasi, klak-klik sana sini, selesai.



#MENU ANDALAN > TRANSFER

Menu ini esensial banget bagi saya, jika suatu saat dalam keadaan medadak adik di kampung minta uang, saya tidak direpotkan harus pergi ke ATM dulu. tinggal sentuh m-BCA.



#BUAT KEAMANAN

Dibagian ini saya pengen cerita sedikit ya tentang pengalaman salah satu teman saya yang kartu ATM nya terjatuh, tak lama kemudian dia dapet telpon dari costumer care bahwa ada transaksi mencurigakan di rekeningnya. singkat cerita kartu ATM dia yang terjatuh tadi kebobolan, untungnya uang nya cuma seratusan ribu. 

Dari kejadian ini kita bisa lebih hati-hati lagi dengan kartu ATM kita, namun seandainya suatu saat kartu ATM mu jatuh atau hilang. Kamu bisa menggunakan fasilitas m-BCA ini. Kamu pindahin langsung saja semua dana di ATM yang hilang itu ke rekening sekunder atau ke rekening keluarga atau teman. Dengan aplikasi seperti m-BCA ini. Usaha preventive ini bisa dilakukan dengan cepat.  



Flazz BCA - Tempel dan Jalan 

Setiap pagi saya harus menyesuaikan jam berangkat kerja dengan jadwal kereta commuter line. Lambat sedikit bisa gawat! resikonya saya harus naik kereta jadwal berikutnya, selisih waktunya bisa sekitar 15 menit. Kalau sudah begini biasanya saya telat datang ke kantor. :'(

Suatu pagi saya pernah terburu-buru, saya lari-lari dari kosan karena jadwal kereta sudah mepet banget. Syukurlah, saya merasa senang karena saat sampai di stasiun, kereta sesaat lagi (sekitar 30 detik lagi) tiba di peron. Dengan buru-buru saya menuju loket untuk membeli tiket.



WHATS!!!


Saya terkejut, ternyata antriannya panjaaaaang! Rasanya tidak sabar menunggu antrian, akhirnya kereta nyampe stasiun, turun naik penumpang dan langsung cabut. Sementara saya masih nyangkut di antrian loket. 



"haaaahhhh... coba saya punya kartu yang tinggal tempel itu..." Jerit hati saya.
---*---

Namun, itu hanyalah kisah dahulu, sekarang saya sudah punya kartu multi trip Flazz BCA yang tinggal tempel dan jalan tampa perlu saban waktu ke loket, ya karena pengisian top-up flazz BCA nya juga bisa di mesin ATM. 


Kartu Flazz BCA ini rupanya selain bisa buat bayar kereta, juga bisa buat busway. Ok Juga...! Nah, biasanya nih yang paling ngasikin, yaitu pas ulang tahun BCA. Biasanya tarif naik kereta dan busway jadi 1 rupiah. Mau muter-muter Jakarta bisa dah itu. 


Untuk pengecekan saldo juga gampang, bagi smartphone yang ada fasilitas NFC nya, gak perlu datang ke stasiun atau halte busway kalau mau ngecek saldo. tinggal tempel dan tuiiing....! muncul dah..


Seperti kartu Flazz BCA saya yang isinya tinggal ceban ini. Hihihihi....





Si Kartu Keren Mentereng - Tahapan Xpresi


#XPRESI LEBIH HEMAT

Saya Pake Tahapan Xpresi BCA karena Hemat dan kartunya keren. ya! hemat adalah orientasi anak kos, hehehe... Biaya ADM tabungan Tahapan Xpresi tergolong terjangkau, yaitu cuma Rp. 5000,- per bulan.


#BUAT BELANJA BULANAN

Untuk aktifitas pengambilan uang dan berbelanja bulanan di Minimarket, Andalan saya adalah fasilitas debit BCA yang ternyata ada di Tahapan Xpresi. kalau sudah akhir bulan dimana sabun-sabun udah pada habis, bareng-bareng temen kosan kami belanja ke minimarket. Bayarnya ya pake Debit BCA.


#KARTUNYA KEREN

Bagi sebagian orang, khususnya anak muda, grafis dan gambar tertentu jadi daya tarik tersendiri karena terkadang bisa menununjukkan karakter seseorang. Kartu tahapan Xpresi ini banyak varian nya, mulai djiwa musik, olahraga, traveler dll. Kalau kamu follower akun Instagram @GoodlifeBCA pasti kamu udah tahu desain-desain keren kartu Tahapan Xpresi.

Salah satu varian kartu Tahapan Xpresi bertema Halloween
Sumber : IG @GoodlifeBCA
Nah, inilah produk-produk Bank BCA yang saya gunakan setiap bulan nya sebagai anak kos. Kamu pasti punya salah satu produk BCA juga kan? 
berpartisipasi dalam "My BCA Experience" Blog Competition

Menemukan Ide Menulis Dengan Mengasah Kepekaan

0
Sepekan terakhir ini, telinga dan mata saya bising mendengar kata-kata “Peka”. Ya! Peka! Entah apa arti sebenarnya kata Peka itu tetapi saya paham maksudnya. Konteks kepekaan dalam cerita kali ini adalah kepeka-an menemukan ide menulis. (topik ini pencitraan saja supaya saya terkesan hobi nulis gitu...*hehehe kidding bro)

Diacara Kompasianival 2016 kemarin saya senang mendengar sesi talkshow “Berbagi Prestasi”. Salahsatu yang menarik perhatian saya adalah saat sesinya mas Wregas Bhanuteja sutradara film Prenjak berambut gondrong keren yang mendapat penghargaan film pendek terbaik di Festifal Film Cannes 2016 di Prancis. Keren deh pokoknya...

Sambil mengerutkan dahi, saya mencoba mengingat-ngingat. Namun saya agak lupa-lupa, tetapi kalau tidak salah ada yang bertanya. “mas Wregas darimana dapat inspirasinya?” Nah! Disanalah kata “Peka” mulai bertaburan.

Dengan redaksional yg tidak original, kira-kira mas Wregas bilang begini:

“... Sebenarnya inspirasi itu ada di sekitar kita. Ada banyak banget malah. Tinggal kita petik saja. Tapi itu tergantung bagaimana ke-PEKA-an kita bisa merasakan nya apa tidak. Kalau mau, sebenarnya dari seorang pengantar air minum juga bisa di gali ide cerita yang menarik. Pastilah ada sisi yang menarik dari hidupnya yang bagus untuk diceritakan...(ingat ini redaksional sekenanya)...”  

IDE MENULIS BLOG

Benar juga kata mas Wregas! Rupanya peka itu penting dalam seni (yaaaa, menulis itu seni juga kan ya?).  Saya punya sahabat, namanya Faisal. Dia seorang seniman rupa yang menurut saya dia peka banget dengan kejadian sehari-hari.

Maksudnya kebanyakan karya Faisal (terutama karikatur) memang diangkat dari masalah sehari-hari. Seperti contoh karikatur dibawah ini yang merupakan karya beliau.

sumber : IG +faisal benjamin 

Sebagai laki-laki yang telah melewati umur 18 tahun, cerita tentang masalah krusial diatas gampang sekali saya dan teman-teman lelaki “jomblo” lain temui dalam percakapan bergenre serius maupun santai.

Karena Faisal peka, maka  itulah yang diangkat menjadi karyanya. Faisal masih punya karya yang lain. Mungkin teman-teman masih ingat tentang bencana kabut asap beberapa waktu yang lalu, Faisal sempat membuat karya yang lucu, kreatif, sekaligus tragis yang tentu saja muncul dari kepekaan rasanya melihat sesuatu.




Sumber Gambar Instagram +faisal benjamin 
Nah, itu dia kawan sekelumit tentang cerita  tentang ke-PEKA-an menangkap moment untuk menemukan ide. Memang tidak gampang sih kalau belum terbiasa, namun kita bisa latihan-latihan dulu. Tetapi omong-omong, seniman-seniman diatas memang oke ya. Nah saya ini yang bagai mana, kok gak peka juga sudah di kode in. Eh?! 

*Jakarta di bulan Oktober*

Cara Memperpanjang SIM di Mall Citraland Jakarta Barat

0
SIM saya saat ini adalah SIM Aceh yang masa berlakunya akan habis akhir Oktober ini.
Untungnya sekarang di beberapa daerah tertentu seperti Jakarta, perpanjangan SIM bisa dilakukan secara online. Tentu ini sangat membantu bagi perantau karena tidak perlu balik kampung untuk perpanjangan.

Hari ini saya melakukan perpanjangan SIM online, di mall Citraland Jakarta Barat ada mobil sim keliling. Prosesnyapun terbilang mudah dan cepat (saya memilih pagi hari).

Saat datang saya meminta formulir perpanjangan yang sudah di sediakan petugas lantas mengisinya seperti contoh yang ditempel di meja.

Formulir perpanjangan SIM
Sayangnya saya tidak membawa fotocopy KTP dan SIM lama (ini adalah dokumen yg dibutuhkan untuk perpanjangan SIM, disana juga ada jasa foto copy, namun biayanya agak mahal, kalo biasanya fotocopy dokumen selembar seribu rupiah disana dikenakan tarif Rp.4.000,- dan satu lagi jangan lupa bawa pulpen.

Antrian fotocopy (Disini memakan waktu banget)


Setlah dokumen lengkap diserahkan kepada petugas. Saya menunggu sebntar. Kemudian nama saya di panggil untuk melkukan perekaman data (pemotretan).

Sejurus kemudian SIM pun jadi secara instant. Dan saya membayar Rp.135.000,- untuk perpanjangan. Sebelum keluar mobil ada jasa laminating untuk sim dengan biaya lima ribu rupiah.

Total biaya perpanjangan sim saya:

  1. fotocopy ktp dan sim lama 4.000,-
  2. Pulpen 2.000
  3. Sim 135.000
  4. Laminating 5.000
Total :Rp. 146.000,-

Jreng!
Jadi...

Dulunya dibawah huruf "C" itu tulisan nya Aceh. Kini menjelma menjadi "Metro Jaya"



#SekianReportase



#IndonesiaMakinDigital : Menghapus Rindu Mamak

4
Tahun 2014 yang Lalu...

Anda mungkin pernah membayangkan bagaimana sedihnya perasaan sahabat Anda yang tidak pulang kapung saat lebaran. Atau barangkali Anda malah pernah merasakan hal itu? 

Beberapa kali lebaran di Jakarta rasanya memang sedih sekali jika mendengar kumandang takbir Idul Fitri diperantauan tampa keluarga dan tampa masakan mamak. Terlebih jika teman-teman satu kosan-pun pada ikutan mudik. Sendiri di kosan jadi tambah sedih.

"...Darisana aku mulai membaca artikel di Internet, aku belajar membuat copy writing yang baik untuk iklan..."

Itulah yang terjadi pada saya di tahun 2014 yang lalu. Saat Lebaran Idul Fitri, Saya tinggal di kosan sendirian, teman-teman saya pulang kapung, tetangga kosan juga pulang kampung. Lebaran seharus nya ramai, tapi di kosan saya sepi sekali karena rata-rata yang ada disini adalah perantau.


Ilustrasi Kampung : (gambar https://id.wikipedia.org/wiki)

Pagi itu, di hari lebaran setelah shalat Eid, Saya buru-buru mampir ke kios disekitar mesjid untuk membeli pulsa, mendaftar paket nelpon Telkomsel untuk menelpon mamak, bapak, dan adik-adik yang ada di Aceh sana. Ah, Lebaran di rantau , mendengarkan suara mereka, rasanya bahagia sekali. walaupun hanya sekedar suara. 

Tahun 2015...

Lebaran tahun 2015 ternyata Saya juga belum bisa pulang, dua minggu sebelum lebaran mamak menelpon...

...Kala itu saya hanya bisa terdiam, merasa berat, sangat berat untuk menjawab pertanyaan mamak di seberang telepon.

"Lebaran ini Zahri belum bisa pulang, Mak. Usaha lagi susah". Kata saya berhati-hati agar mamak tidak sedih.

Mamak tidak langsung menjawab, jeda beberapa saat itu sudah cukup membuat kesedihan saya tumpah. Disitu saya menduga-duga sepertinya mamak sedih karena lebaran ini adalah lebaran ke tiga ia tidak bisa menatap anaknya saat hari raya. 

Barangkali beliau sangat penasaran, tiga kali lebaran mamak ngak jumpa, seperti apa sekarang kamu di Jakarta, nak? Barangkali itu arti dari diam nya yang barusan itu.

"yaudah..., gapapa.. yang penting kau sehat. Jangan lupa sholat, lancar puasa mu, nak?"

Pertanyaan itu tak langsung saya jawab, saat itu saya terjebak dalam emosi saya sendiri. Sejujurnya saya bisa merasakan betapa rindunya mamak pada saya, sudah tiga kali lebaran mamak cuma bisa mendengarkan suara anak nya saja melalui telepon.

Menjelang Idul Fitri

Sudah beberapa minggu yang lalu dengan sangat disiplin saya mulai menabung sedikit demi sedikit laba hasil jualan. Hasil tabungan itu rencana nya akan saya belikan Smartphone. 

Namun, ideal nya saya harus bisa membelinya sebelum hari raya, dipikiran saya ada ide, setiap lebaran adik kedua saya yang merantau di Banda Aceh pasti mudik ke kampung, dia punya smartphone, berarti ada peluang kejutan yang bagus untuk mamak dan bapak.

Saya berencana membuat kejutan melakukan video calling menggunakan salah satu aplikasi chating. Karena mamak dan bapak agak gaptek, keberadaan adik dan perangkat smartphone nya disana diperkirakan akan memperlancar kejutan kecil ini. Barangkali Anda juga bisa bayangkan pasti mamak saya senang jika melihat wajah saya yang sudah tiga kali lebaran gak pulang kapung. Sederhana memang, tapi itulah kejutan nya.

Harapan saya cuma satu, semoga signal operator dikampung tidak down karena tahu sendiri kalo lebaran banyak orang yang siling menghubungi keluarga dan sanak saudaranya. Trafik nya pasti padat. 

Soalnya dahulu saya pernah nelpon saat lebaran tapi tulalit, mengecek pulsa pas lebaran hasilnya juga sering error. Saya berharap ini tidak terjadi saat rencana video calling dijalankan.

Tapi karena hp saya saat ini masih hp yang cuma bisa nelpon dan sms, maka pertama-tama minimal saya harus punya smartphone dahulu.

Menjelang lebaran ternyata uang tabungan masih banyak kekurangan untuk beli smartphone. Setelah di hitung-hitung jumlah hari dari hari ini ke hari raya target tabungan rasanya tidak tercapai. Aduuh, Saya jadi bingung. 

Akhirnya nominal tabungan saya naikkan dan biaya hidup saya hemat sedemikian rupa. 

Hasilnya?

Tetap masih banyak yang kurang.

“Ya Tuhan, tolong hamba....”. inilah kata-kata yang terbesit dihati setiap malam saat saya memasukkan uang tabungan kedalam celengan.

Tidak disangka, seorang teman berencana menjual motornya karena jarang dipakai dan biaya perawatan motor yang menurutnya tiggi. “Daripada jarang di pake mending ku jual aja” katanya padaku.

“Tolong pasangkan iklan bisa? nanti uang nya bisa kamu pake sementara untuk tambahan beli smartphone” kebetulan teman sudah ku ceritakan persoalan rencana video call itu.

“Allahuakbar” aku terperanjat. Alangkah baiknya. Inilah sisi positif dari bersahabat, ada saja yang membantu saat sedang susah. 

Persoalannya adalah bagaimana menjual nya sebelum hari raya?Ah, Internet! di zaman digital begini, Internet terbukti memudahkan banyak urusan. Anda bisa bayangkan kalau saya menawarkan dari mulut ke mulut mungkin prosesnya bisa lama. 

Maka saya memutuskan menawarkan motor ini melalui internet, darisana saya mulai belajar. Saya membaca artikel-artikel marketing, saya belajar membuat copy writing yang baik untuk di iklankan di internet, dan memilih salah satu market palace jual beli barang bekas di internet. Semoga sebelum lebaran motor laku. 

Untung nya hape lama saya (yang memiliki fitur: radio, calculator, calender, dan senter) juga dilengkapi browser, Jadi Sambil berdagang, sesekali saya baca-baca artikel di internet tentang bagaimana membuat copy writing yang baik. Inilah enak nya hidup di zaman digital, kegiatan ekonomi, belajar bisa di lakukan dimana saja.


Saya praktekkan apa yang saya pelajari di internet, dan benar saja, dalam waktu dua hari, iklan saya mulai dilihat banyak orang, perlahan-lahan orang mulai banyak yang menelpon, mulai banyak yang mengajak bertemu untuk melihat motor yang saya iklan kan. dan singkat cerita motor itu pun terjual dengan harga yang layak. Alhamdulillah.... Dan laku sebelum lebaran !!

Alhamdulillah....! Akhirnya, bisa juga beli smartphone sebelum lebaran.

Saat idul fitri tiba. Di pagi hari Idul Fitri, saya mengejutkan mamak dan bapak dengan panggilan video. Untuk pertama kalinya dalam tiga kali lebaran mamak bisa melihat wajah saya.

“Mak... mak... mak... Bang Zahri nelpon” Teriak adik saya sambil berlari tergesah-gesah ke dapur menenteng smartphone nya menjumpai mamak.

Saat melihat wajah saya untuk pertamakalinya setelah tiga kali lebaran, mamak tak sanggup berkata-kata, bibir nya hanya tersenyum-senyum tampa ada sepatah katapun keluar. 

Saya tahu betul, pasti emosi bahagia nya memenuhi dada sehingga kata-katanya tercekat.

“Mana si Zahri....” sayup-sayup kudengar suara bapak di belakang mamak. Sepertinya ingin bergantian melihat wajah ku.

Aku menahan sedih, ternyata bapak juga tak mapu berkata-kata saat melihat wajah ku. Beliau hanya tersenyum-senyum tak berkata-kata. 



******

Adik bungsu ikutan takjub

Untungnya, sepanjang video calling ini signal dari kartu As di kapung bagus saat hari raya. Setelah puas berbincang-bincang dengan orang tua, saya menyuruh adik saya untuk berkeliling disekitar rumah, rasanya saya rindu sekali ingin melihat-lihat keadaan disana.

saya suruh adik ke halaman, kebelakang rumah, masuk ke kamar, ke kebun belakang rumah, kesemua penjuru rumah. Ya tuhan... saya telah pulang kapung secara digital.

Hilang sudah rindu mamak, tunai sudah penasaran bapak, Lunas sudah hajat ku mudik ke kampung halaman. Terimakasih Kartu As, selalu ada saat lebaran. Kejadian mudik digital ini menjadi bukti bahwa Indonesia kini semakin digital.

#IndonesiaMakinDigital


Lebaran 2016 akhirnya saya bisa pulang kapung. Kalau dibanding dahulu, Sungguh banyak sekali yang luar biasa di zaman sekarang. Saya sudah bisa beli oleh-oleh di toko online, pesan tiket nya online juga, bayar tiket pakai mobile banking, karena gak punya kendaraan pribadi, pergi ke bandara nya pun jadi gampang karena ada taksi online. Wah! Digitalisasi sunguh membuat banyak hal terasa mudah.

Semoga disamping temuan dan perkembangan teknologi yang selalu bergerak cepat, selalu ada Telkom yang siap menyediakan dukungan infrastruktur untuk mendukung  #IndonesiaSemakinDigital




*selamat berdigital ria*

KOMENTAR TERBARU