Awalnya aku bingung juga melihat temen ku yang tiba-tiba aja menyemprotkan
banyak parfum ke bajunya.
Setelah ku tanyakan akhirnya dia curhat masalah bau
badan. Katanya saat di kantor, Dia mulai mengendus bau badan nya sendiri.
Temen ku
merasa mulai terjangkit “wabah” bau ketiak alias bau ketek. Sebenernya kata nya
sih ngak terlalu extreme, namun agak sedikit mengganggu…
 |
| Ilustrasi |
Percakapan kami berujung pada sebuah keputusan bahwa dia ingin membeli produk
pemusnah bau ketiak dengan menyebut sebuah merek.
Padahalkan merek pengharum
ketiak ada banyak, kenapa mesti itu?
Aku tertarik untuk mencari tahu dari sisi marketing-nya. Bagaimana sih
perjalanan pikirannya nya kenapa dia bisa memutuskan (punya keinginan) untuk
memilih produk pembasmi bau badan itu.
Dan diapun mulai menceritakan kisah nya. Sementara dia bercerita, aku sudah
penasaran bagaimana strategi pemasaran yang dipakai sang produk sehingga temen
ku ini sukses terpengaruh…
Inilah yang ku ambil dari beberapa kata-kata yang di ucapkan sang teman…
Kayaknya aku kepengen beli (menyebut merek pembasmi bau
badan), yang ada di Halte bus itu aja lah, Ri…
[Strategi#1]
…Aku baca iklan yang ada di kereta, katanya 9 dari 10 orang
ngak berani ngomong ke kita kalo kita lagi bau badan.
Iya juga, itukan artinya
cuma satu orang yang berani ngomong kalo badan kita bau. ya, paling cuma temen
deket kita aja yang berani …[Strategi#2]
Masih menyambung kutipan diatas, dia menambahkan lagi apa yang ia baca dari
iklan didalam gerbong kereta…
…Orang lainlah yang lebih sensitif mencium bau badan kita ketimbang kita
sendiri. [Lanjutan dari strategi#2]
Dari sana bisa di ambil sedikit kesimpulan, bagaimana temen ku ini
terpengaruh untuk mengambil keputusan memilih produk tersebut.
Iklan di Halte (strategi 1)
Halte adalah tempat orang berkumpul (terkadang sampai berdesakan) dan disini
biasanya panas, tempat yang kondusif untuk berkeringat.
Tentu saja panas dan
keringat bisa menimbulkan bau badan.
Halte adalah tempat yang ideal untuk dipasangi iklan.
Dan ternyata, kalo ada
yang mudah berkeringat dan mengeluarkan bau badan di halte, produsen pemusnah
bau badan bakalan senang karena target marketnya berada dalam beban
psikologis.
Secuek-cueknya kota besar, bakalan tetap ada yang gnerasa ngak enak-kan sama
orang disebelahnya karena dia memancarkan bau badan.
Nah, sementara orang lagi sumpek sumpekan dalam antrian, startegi marketing
cerdas lainnya dijalankan.
Iklan pemusnah bau ketek ini muncul dalam format Audio Visual yang letaknya
tepat di sebelah orang yang antri.
Mata kita bisa saja teralihkan untuk tidak
melihat atau membaca spanduk, banner iklan. tetapi telinga kita tidak bisa kita
hentikan untuk mendengarkan.
Maka, diantara
MASALAH bau manusia itu. suara lembut seorang
wanita terulang-ulang
MENAWARKAN SOLUSI bebas bau badan. Hebat
euy…
STATISTIK (Strategi 2-3)
Rambut rontok berkurang 60% dalam enam minggu, 9 dari 10 wanita di dunia
memilih, ...
Kita sering melihat/mendengarkan iklan di tv yang mempilkan data statistik
seperti itu kan?
Entah kenapa kita sering merasa yakin dengan promosi yang
mengungkapan data statistik dan hasil penelitian. Mungkin karena terkesan
kredibel.
Data statistik seperti inilah yang terbaca oleh temen ku di dalam kereta yang
ia naiki dua kali sehari bolak-balik.
Maka jika orang yang punya satu masalah
dan dia terpapar oleh informasi/edukasi yang itu-itu aja dan terus menerus.
Maka, proses mengambil keputusan untuk membeli produk itu bisa di bilang jadi
lebih mudah.
***
HEBAT JUGA YA ORANG MARKETING
Comments
Post a Comment